kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp 1,43 Triliun hingga September 2026


Jumat, 30 Oktober 2026 / 17:23 WIB
Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp 1,43 Triliun hingga September 2026
ILUSTRASI. Bank Maybank Indonesia (Dok/Maybank Indonesia)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. 

Mengacu laporan keuangan perseroan, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Maybank Indonesia tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 5,75 triliun hingga September 2026.

Pertumbuhan NII didukung penurunan beban bunga serta peningkatan pendapatan bunga dari pembiayaan anak usaha. Sejalan dengan itu, NIM Maybank Indonesia meningkat 14 basis poin menjadi 4,4%.

Dari sisi pendapatan nonbunga, Maybank Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,67 triliun, turun 8,5% YoY. Penurunan ini dipengaruhi volatilitas pasar yang menekan pendapatan perdagangan Global Markets, yang tercatat sebesar Rp 97 miliar.

Baca Juga: Maybank Indonesia Raup Laba Bersih Rp 372 Miliar per Agustus 2026

Meski demikian, pendapatan nonbunga dari bancassurance, reksa dana, jasa advisory, serta kontribusi anak usaha meningkat 2,3% YoY menjadi Rp 1,58 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional bruto Maybank Indonesia naik tipis 0,4% YoY menjadi Rp 7,28 triliun. Sementara itu, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) tercatat sebesar Rp 2,14 triliun.

Dari sisi biaya, beban operasional meningkat 2,6% YoY seiring perkembangan aktivitas bisnis perseroan. Namun, beban pencadangan kerugian kredit berhasil ditekan 10,2% YoY menjadi Rp 749 miliar.

Dengan capaian tersebut, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp 957 miliar hingga September 2026.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan kinerja bisnis inti, mengelola risiko kredit, serta memperkuat struktur pendanaan di tengah volatilitas pasar.

"Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan memperkuat fundamental perbankan, menjaga kualitas aset, serta mengoptimalkan potensi di setiap segmen bisnis," ujar Steffano dalam siaran pers, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Maybank Indonesia Rampungkan Pengambilalihan 981,38 Juta Saham Asuransi Etiqa

Dari sisi intermediasi, total kredit Maybank Indonesia tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp 128,39 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti perbaikan kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,1% dari 2,4% pada September 2025. Sementara itu, NPL net membaik menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,5%.

Di sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp 79,81 triliun. Sebaliknya, deposito berjangka turun 28,5% YoY sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan perseroan.

Perubahan komposisi pendanaan tersebut turut mendukung efisiensi biaya dana Maybank Indonesia.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 668 miliar hingga September 2026, meningkat 29,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Maybank Indonesia Resmi Ambil Alih Saham Maybank Sekuritas dan Asset Management

Kinerja UUS juga ditopang pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4% menjadi Rp 32,46 triliun. Penghimpunan CASA meningkat 12,6% menjadi Rp 25,58 triliun, sehingga rasio CASA UUS mencapai 70,8%, naik dari 62,2% pada September 2025.

Sejumlah anak usaha Maybank Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan laba. PT Maybank Indonesia Finance membukukan laba sebelum pajak Rp 573 miliar, tumbuh 32,9% YoY, dengan total pembiayaan meningkat 16,4% menjadi Rp 8,64 triliun.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatatkan laba sebelum pajak Rp 219 miliar, naik 70,5% YoY. Pembiayaan WOM Finance tumbuh 4% menjadi Rp 6,78 triliun.

Adapun PT Maybank Sekuritas Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 223 miliar, meningkat 45,1% YoY.

Steffano menambahkan, setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, Maybank Indonesia akan berfokus memperkuat kolaborasi antarentitas.

Melalui integrasi tersebut, perseroan ingin mengoptimalkan berbagai kapabilitas bisnis untuk memenuhi kebutuhan nasabah secara lebih komprehensif, mulai dari layanan perbankan, investasi, wealth management, asuransi, hingga solusi keuangan nonbank.

Baca Juga: Maybank Indonesia Resmi Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×