kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45694,52   23,75   3.54%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Menanti kiprah bank digital di Indonesia


Kamis, 31 Oktober 2019 / 20:38 WIB
Menanti kiprah bank digital di Indonesia
ILUSTRASI. Pengawai PT Bank Artos Indonesia Tbk (Bank Artos) mengambil gambar grafik pergerakan saham saat pencatatan perdana saham Bank Artos di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/1). Sejumlah bank skala kecil telah mengumumkan niatnya untuk bertransformasi

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

Aksi Jerry bakal dilakukan dengan via PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia yang akan mengambil 37,65% kepemilikan saham, sedangkan Patick bakal masuk via Wealth Track Technology limited yang akan menguasai 13,35% kepemilikan saham.

Corporate Secretary Bank Artos Deddy Triyana bilang guna melancarkan transformasi menjadi bank digital, kini perseroan tengah menunggu persetujuan akuisisi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Detil rencana dan model bisnis masih disusun sembari menunggu izin dari OJK. Prinsipnya akan terjadi sinergi inovasi bisnis dari investor baru yang akan memanfaatkan platform digital,” kata Deddy kepada Kontan.co.id, Kamis (31/10).

Transformasi perseroan menjadi bank digital seiring masuknya Jerry sejatinya wajar. Jerry merupakan mantan bos PT Bank BTPN Tbk (BTPN, anggota indeks Kompas100) selama 10 tahun lebih. Saat masa kepemimpinannya pula Bank BTPN menjadi salah satu inisiator perbankan digital di tanah air dengan meluncurkan platform Jenius.

Baca Juga: Alhamdulillah, bisnis syariah Pegadaian catatkan pertumbuhan positif

Meski demikian, tak seperti Bank Royal, Deddy bilang perseroan kelak juga masih akan memiliki sejumlah produk dan layanan non digital meskipun ekspansinya bakal terbatas. Pun soal jaringan kantor yang disebut Deddy juga masih akan dikembangkan secara terbatas.

“Konsep pengembangan jaringan kantor masih dimatangkan, namun sepertinya ekspansi memang tidak akan dilakukan dengan agresif,” lanjutnya.

Dari laporan keuangan bulanan, per September 2019, Bank Artos tercatat mengalami penurunan kinerja penyaluran kredit, dengan nilai Rp 363,17 miliar dan pertumbuhan yang merosot 15,15% (yoy). Sedangkan penghimpunan DPK juga merosot 1,37% (yoy) menjadi Rp 574,99 miliar.




TERBARU

Close [X]
×