kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.787   -28,00   -0,17%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Mengintip Prospek Saham Perbankan di Tengah Suku Bunga yang Masih Tinggi pada 2024


Sabtu, 23 Desember 2023 / 19:25 WIB
Mengintip Prospek Saham Perbankan di Tengah Suku Bunga yang Masih Tinggi pada 2024
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di galeri ATM di Jakarta, Senin (27/3/2023), /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/27/03/2023.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Adapun, jika hal tersebut benar-benar terealisasi, itu akan turut mengerek kinerja saham BTN. Mengingat, ini menjadi penggabungan bank syariah yang hasil aksi tersebut juga bisa memperbesar aset.

Sementara itu, Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas Roger MM melihat aksi merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk dan PT Bank Nationalnobu Tbk layak untuk ditunggu. Di mana, kabar bergabungnya dua bank dari konglomerasi yang berbeda ini telah dikabarkan sejak awal tahun ini.

Memang, masih muncul pertanyaan apakah dua bank tersebut benar-benar akan merealisasikan aksi korporasi tersebut karena sudah mundur dari target Agustus 2023. Namun, OJK juga telah memastikan keduanya tetap berkomitmen bergabung.

“Proses merger keduanya harusnya menguatkan kinerja keduanya di masa mendatang,” ujar Roger.

Hanya saja, ia menyadari bahwa saham keduanya memiliki kapitalisasi yang kecil, sehingga investor kemungkinan besar tidak begitu tertarik. 

“Bukan tidak direkomendasikan tapi masih perlu menunggu kepastiannya. Saat ini lebih baik ke BSI yang juga bakal kedatangan investor baru dan fundamental juga bagus,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×