kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45896,36   -12,18   -1.34%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menilik Sumber Pendanaan Multifinance Saat Bunga Tetap


Minggu, 27 Agustus 2023 / 12:38 WIB
Menilik Sumber Pendanaan Multifinance Saat Bunga Tetap
ILUSTRASI. Suku bunga yang stabil menyebabkan multifinance bisa memilih pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap di level 5,75% pada Agustus 2023. BI menahan suku bunga di level yang sama sejak Januari 2023.

Suku bunga yang stabil menyebabkan multifinance bisa memilih pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) misalnya, memperoleh pendanaan dari beragam sumber baik dalam bentuk pinjaman perbankan maupun dari pasar modal.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan bahwa dukungan besar pendanaan didapatkan dari induk usaha dalam pembiayaan bersama (joint financing) dan juga executing loan. Selain itu, CNAF bekerja sama dengan 20 bank dalam memberikan pinjaman bank baik produk konvensional maupun syariah.

“Dari pasar modal, CNAF menerbitkan Sukuk Wakalah Bil Al Istitsmar sebesar Rp 1 triliun yang terbit pada bulan Februari 2023 dan mendapatkan margin yang cukup rendah yaitu berkisar 6,25%,” kata Ristiawan kepada Kontan.co.id, Jumat (27/8).

Baca Juga: Bunga Kredit Masih Sulit Turun

Ristiawan mengungkapkan CNAF selalu memperhatikan kondisi pasar dan memastikan sumber pendanaan dengan bunga yang rendah. Meskipun suku bunga acuan telah meningkat sejak semester II tahun 2022, CNAF berhasil menurunkan rata-rata biaya dana atau cost of fund dengan melakukan negosiasi maupun kerja sama dengan perbankan dan pasar modal.

“Rata-rata cost of fund di bulan Januari 2023 sebesar 6,65% turun sebesar 39 basis poin (bps) menjadi 6,26% di bulan Juli 2023,” ungkap dia.

Ristiawan menambahkan, strategi dalam menurunkan bunga pendanaan adalah dengan bernegosiasi dan mencari komposisi pendanaan yang lebih murah, antara lain pinjaman jangka pendek, pembiayaan bersama dan penerbitan sukuk yang memiliki margin murah yaitu 6,25%.

“Meskipun suku bunga acuan naik, perusahaan melihat likuiditas perbankan dan pasar modal cukup tinggi sehingga margin yang dikenakan kepada perusahaan juga rendah,” imbuh dia.

Baca Juga: Adira Finance Catatkan Pembiayaan investasi Rp 3,8 Triliun pada Semester I-2023

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) memiliki sumber pendanaan dari pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi. Ini dilakukan untuk mendapatkan pendanaan dengan tingkat suku bunga yang kompetitif serta sebagai salah satu bentuk diversifikasi sumber pendanaan.

“(Porsi pendanaan) 61% pinjaman perbankan dan 39% obligasi,” kata Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi kepada Kontan.co.id.

WOM Finance mengatakan, kenaikan suku bunga acuan BI tahun lalu berdampak terhadap kenaikan tingkat suku bunga pinjaman perusahaan, baik pinjaman pihak perbankan atau obligasi.

“Perusahaan menilai kenaikan suku bunga pinjaman masih cukup manageable dan relatif tidak berdampak signifikan terhadap performa perusahaan, hal ini terlihat pada pertumbuhan bisnis perusahaan yang cukup positif pada semester I 2023,” terang dia.

Baca Juga: BNI Suntik Modal Rp 400 Miliar untuk BNI Multifinance

Cincin bilang, WOM Finance terus menjalin kerja sama dengan perbankan dan investor lainnya serta didukung penuh PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sebagai induk perusahaan.

“Kami optimistis dapat memperoleh sumber pendanaan dengan tingkat suku bunga yang paling efisien dan kompetitif,” imbuh Cincin.

Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menganut diversifikasi sumber pendanaan, karena dianggap lebih meminimalisir risiko.

Baca Juga: 4 Emiten Ini Jadi Incaran Untuk Akuisisi, Saham Mana yang Menarik?

Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa menuturkan hampir 50% pendanaan bersumber dari pembiayaan bersama dari induk perusahaan. Di luar itu, pendanaan dilakukan dengan penerbitan obligasi dan sukuk serta sisanya pinjaman dari bank.

“Penerbitan obligasi dan sukuk Adira Finance pada semester I 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 1,7 triliun untuk obligasi dan Rp 300 miliar untuk sukuk,” kata Gani kepada Kontan.co.id.

Gani mengungkapkan, selain dari pinjaman eksternal melalui penerbitan obligasi dan sukuk, Adira Finance memiliki pembiayaan bersama dengan perusahaan induk yakni Bank Danamon (BDMN).

“Serta penerimaan pinjaman dari bank sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendanaan Adira Finance untuk mendapatkan pendanaan yang lebih kompetitif,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×