Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.593
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS657.000 -0,45%

Moody's sebut outlook perbankan di Asia Pasifik stabil tahun depan

Kamis, 06 Desember 2018 / 15:04 WIB

Moody's sebut outlook perbankan di Asia Pasifik stabil tahun depan
ILUSTRASI. Gerai bank BUMN di arena Asian Games

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Moody's Investors Service dalam proyeksi outlook 2019 menyatakan bahwa bank-bank Asia Pasifik (APAC) masih relatif stabil tahun depan. Namun, kondisi dan beban operasional perbankan di kawasan ini dinilai bakal lebih menantang dari tahun 2019.

Melansir analisis yang dirilis pada Kamis (6/12), Moody's mengungkapkan bahwa prospek untuk bank di Asia Pasifik masih stabil paling tidak sampai 12 bulan ke depan.


"Kelayakan kredit bank akan tetap stabil secara luas pada 2019 karena fundamental ekonomi yang masih sehat dan penyangga kredit yang baik," ujar Eugene Tarzimanov, Wakil Presiden dan Pejabat Kredit Senior Moody's.

Secara khusus, Moody's mengatkaan bahwa modal, biaya pencadangan, laba bank-bank di APAC masih cukup untuk mengantisipasi potensi kerugian. Ditambah dari sisi pendanaan atau likuiditas sejumlah perbankan, sejauh ini masih tetap stabil.

"Pandangan kami, bahwa dukungan pemerintah untuk bank akan tetap kuat, dan bahwa biaya untuk membayar dana untuk penyelamatan bank tidak akan diperlukan. Meskipun, Hong Kong tetap dalam pengecualian dalam hal ini," tambah Tarzimanov.

Tarzimanov juga menegaskan kalau perbankan di Asia Pasifik memiliki pertahanan yang cukup terhadap perubahan iklim ekonomi. Hanya saja, laporan Moody's juga menunjukan bahwa bank-bank di APAC tetap akan menghadapi kondisi ekonomi dan pasar yang lebih menantang di 2019.

Pihaknya menyebut, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di APAC telah mencapai puncak dan akan moderat. Ditambah ekspansi kredit memang akan terus melambat, imbas dari konflik perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang menimbulkan risiko bagi perbankan.

Moody's juga menjelaskan bahwa potensi penurunan kinerja sektor swasta tetap tinggi di negara Asia Pasifik. Hal ini tentu menambah risiko penurunan kualitas aset, karena suku bunga yang meningkat. Namun demikian, pertumbuhan kredit sektor swasta memang sudah cenderung melambat dengan beberapa pasar sudah mengurangi besaran pinjaman (kredit).

Risiko-risiko lain juga tetap ada, khususnya di sektor properti, terlepas dari fakta bahwa harga real estate sedang jatuh atau pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di Asia Pasifik. Moody's mengatakan bahwa pinjaman untuk tujuan investasilah yang bakal memberikan risiko paling tinggi bagi perbankan.

Risiko ini terutama di kawasan Australia, Selandia Baru, Korea dan Malaysia. Selain itu, arus modal masuk dan keluar dari pasar keuangan Asia telah bergejolak, dan diprediksi akan mengalami pengetatan likuiditas lebih lanjut. Hal ini tentu bisa berdampak buruk pada kapasitas pembayaran utang sejumlah perusahaan.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0579 || diagnostic_web = 0.3637

Close [X]
×