kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

MTF sebut ada 3 tantangan multifinance menggarap bisnis pembiayaan, apa saja?


Senin, 17 Agustus 2020 / 18:25 WIB
MTF sebut ada 3 tantangan multifinance menggarap bisnis pembiayaan, apa saja?
ILUSTRASI. Costumer Service Mandiri Tunas Finance (MTF) melayani nasabah di MTF Costumer Executive Lounge Jakarta, Senin (13/4). PT mandiri Tunas Finance mencatat kenaikan kinerja pembiayaan sebesar 5% di sepanjang triwulan pertama tahun 2020 dibandingkan periode ya


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Tunas Finance melihat terdapat tiga tantangan utama dalam menjalankan bisnis pembiayaan saat ini. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo bilang tantangan pertama terkait resiko kredit.

Lantaran beberapa masyarakat masih beranggapan jika tidak mampu membayar angsuran maka mobil bisa di kasih ke pihak ketiga. Padahal tanggung jawab masih di pihak konsumen sehingga konsumen kena blacklist di APPI & Perbankan.

Baca Juga: OJK: Pandemi Covid-19 jadi tantangan bagi industri multifinance

“Tantangan kedua, jaminan fidusia, di beberapa daerah kurang dipahami oleh pemerintah daerah sebagai surat jaminan eksekusi jika kendaraan tidak dibayar customer atau digadaikan,” kata Harjanto kepada Kontan.co.id pada Senin (17/8).

Ia menyebut tantangan ketiga yakni sentralisasi data masyarakat yang belum menyeluruh. Hal ini menimbulkan celah bagi oknum kriminal memanfaatkan situasi maupun rekayasa pengajuan kredit

“Menurut kami, pemerintah secara bertahap terus melakukan koordinasi database masyarakat. Jika ini terwujud seperti negara-negara maju. Maka bukan saja resiko kredit bisa ditekan tetapi pelayanan MTF juga akan semakin baik dan cepat ke masyarakat,” jelas Harjanto.

Baca Juga: Kolaborasi bisnis antara multifinance dan fintech dinilai masih potensial

Asal tahu saja, secara year to date pembiayaan baru MTF mencapai Rp 9,832 Triliun. Guna mendukung pembiayaan baru pada paruh kedua 2020, MTF merilis Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2020 pada Juli lalu. Perusahaan berhasil meraih dana senilai Rp 858 miliar dari penerbitan surat utang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×