Reporter: Christine Novita Nababan, Steffi Indrajana | Editor: Test Test
JAKARTA. Persaingan bunga untuk pembiayaan kendaraan bermotor antarperusahaan multifinance kian ketat. Jor-joran menawarkan suku bunga rendah jadi andalan. Meski itu berarti memotong pendapatan perusahaan, terutama untuk multifinance kecil yang tidak terafiliasi dengan bank.
Contoh, PT Bumikusuma Multi Finance. Perusahaan pembiayaan ini mengaku bertahan hidup hanya dengan mengandalkan pendapatan bunga dari nasabah. Toh ketatnya persaingan memaksa Bumi Finance mengerek turun bunga kredit mereka.
“Setelah melakukan hitung-hitungan cukup matang, di paro kedua 2010 ini, kami menurunkan bunga kredit," ujar Manajer Umum Bumi Finance Wiro Hartono, Ahad (1/8).
Dia menerangkan, bunga untuk mobil baru turun ke kisaran 6%-9% dari sebelumnya 9%-12%. Sedang, bunga mobil bekas menjadi 7%-10% dari sebelumnya 13%.
Menurut dia ini satu-satunya strategi untuk bersaing di industri pembiayaan. Apalagi, tahun ini Bumi Finance baru bangkit lagi setelah berhenti beroperasi karena krisis finansial di tahun 2008 lalu.
Tak hanya di pembiayaan mobil, persaingan ketat juga terjadi di pembiayaan motor. Tak heran, multifinance kakap seperti PT Federal International Indonesia (FIF) dan PT Wom Finance juga menurunkan bunga kredit. Di awal tahun, FIF memberi program bunga khusus dengan bunga lebih rendah 3%-6% dari rata-rata bunga 25%-30%. Sedang WOM Finance menurunkan bunga kredit dari 30%-31% menjadi 28%-29%.
Persaingan masih sehat
Meski Bumi Finance sudah menurunkan bunga kreditnya. Toh, tetap tidak mampu menandingi rendahnya bunga multifinance kelas kakap. Contohnya, PT BCA Finance yang mengklaim memberikan bunga kredit terendah untuk kredit mobil. Yakni sebesar 4,59% untuk mobil baru dan 7,5% untuk mobil bekas.
“Itu karena BCA Finance join financing dengan Bank BCA. Artinya, sokongan dana terbesar dari sana,” kata ungkap Manajer Regional BCA Finance K.A. Wibowo.
Dia juga bilang persaingan bunga multifinance tergolong sehat dan tidak ada tarik-menarik nasabah di pasar. Sebab masing-masing punya pasar.
Hal itu diamini Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Stanley Setia Atmadja. Dia memberi bukti, yakni bunga Adira tidak terpaut jauh dengan yang lain, sekitar 9%-13%. “Benar, kami berupaya memberi bunga kredit rendah. Tapi kami tetap menawarkan bunga yang masuk akal,” tukas dia.
Presiden Direktur Bess Finance Anta Winarta menambahkan, selama ini perusahaan multifinance sangat tergantung bank. Kalau bank menurunkan bunga, multifinance bisa menurunkan bunga pembiayaannya. "Bisa dibilang, bunga itu cost paling tinggi di multifinance," ujarnya. Memang mulfinance bisa mencari pendanaan dari tempat lain seperti obligasi. Tapi, tingkat bunganya juga sudah ada patokan dan kisaran tertentu sesuai pasar.
Ia menilai, multifinance yang dimiliki oleh bank lebih beruntung karena mereka menggunakan model pendanaan channelling. "Jadi, tidak perlu susah-susah mencari dana, bank induk mereka sudah memberikan. Mereka juga mudah menurunkan bunga karena risiko ditanggung bank induk," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













