Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbedaan suku bunga kredit yang ditawarkan perusahaan pembiayaan menjadi salah satu tantangan bagi calon konsumen kendaraan listrik.
Menanggapi hal tersebut, PT Astra Sedaya Finance (ASDF) atau Astra Credit Companies (ACC) menyebut penetapan bunga pembiayaan kendaraan listrik dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan, penentuan suku bunga pembiayaan mempertimbangkan biaya dan struktur pendanaan, profil risiko konsumen, karakteristik kendaraan, tenor, uang muka, hingga perkembangan industri.
Baca Juga: Laba WOM Finance (WOMF) Melonjak 66,42% hingga Kuartal III-2026
Menurut dia, faktor-faktor tersebut dapat berbeda pada setiap produk pembiayaan. Karena itu, besaran bunga maupun selisih suku bunga yang ditawarkan perusahaan pembiayaan tidak selalu seragam.
"Sebab, faktor-faktor tersebut dapat berbeda pada setiap produk pembiayaan, besaran bunga maupun selisihnya tidak seragam," ujarnya kepada KONTAN, Senin (2/11/2026).
Meski demikian, ACC masih melihat prospek pembiayaan kendaraan listrik pada 2026 tetap positif.
Namun, perusahaan juga mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja pembiayaan di segmen tersebut.
Riadi menyebut, tantangan itu antara lain perkembangan harga dan teknologi kendaraan listrik yang dinamis serta ketidakpastian pasar kendaraan bekas untuk mobil listrik.
Baca Juga: Profitabilitas Bank Swasta Besar Melemah, Begini Strategi Genjot Laba & NIM di 2026
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi perusahaan pembiayaan dalam mengelola risiko penyaluran kredit.
Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik sepanjang 2026, ACC menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya meningkatkan kerja sama dengan mitra dealer serta memperkuat layanan kepada pelanggan.
Seiring perkembangan pasar kendaraan listrik, perusahaan juga terus mengevaluasi skema pembiayaan dan memperkuat kemitraan.
Langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan konsumen serta kualitas portofolio pembiayaan.
Adapun hingga September 2026, pembiayaan kendaraan listrik ACC tercatat mencapai Rp 307 miliar.
Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak, Ini Strategi Prudential Indonesia Kelola Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














