Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba. Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan laba perusahaan tercatat sebesar Rp 1,7 miliar per Februari 2026.
"Nilainya meningkat sebesar 44%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," katanya kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).
Ibnu menuturkan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan laba perusahaan mengalami peningkatan. Dia bilang faktornya, yakni perbaikan kualitas portofolio penjaminan, pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas, serta digitalisasi proses bisnis yang menekan biaya overhead.
"Ditambah, adanya peningkatan hasil investasi, serta kontribusi pendapatan dari pengelolaan dana yang lebih optimal," ujarnya.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Beberkan Dampak Positif Pasca Bertransformasi Menjadi Perseroda
Lebih lanjut, Ibnu menerangkan Jamkrida Sumbar akan melakukan sejumlah strategi guna mendorong kinerja perolehan laba pada tahun ini. Dia bilang perusahaan menjalankan sejumlah strategi yang berfokus pada peningkatan kualitas bisnis dan efisiensi operasional.
Ibnu mengatakan perusahaan melakukan penguatan kualitas underwriting, seperti meningkatkan selektivitas dalam penjaminan, serta fokus pada debitur dan sektor dengan profil risiko yang lebih sehat. Selain itu, melakukan efisiensi operasional melalui digitalisasi proses bisnis dan pengendalian biaya overhead untuk menurunkan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).
Baca Juga: Total Nilai Penjaminan Kredit Jamkrida Sumbar Capai Rp729,85 Miliar per Februari 2026
"Kami juga melakukan diversifikasi portofolio bisnis dengan mengembangkan penjaminan di luar segmen tradisional, serta mendorong sektor produktif dan nonprogram. Ditambah, optimalisasi hasil investasi melalui penempatan dana pada instrumen yang lebih optimal tetapi tetap prudent," ungkapnya.
Sebagai informasi, pencapaian Jamkrida Sumbar juga berbanding lurus dengan kondisi industri. Asal tahu saja, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri penjaminan konvensional meraih laba Rp 209,91 miliar per Februari 2026, atau meningkat 104,55% secara Year on Year (YoY).
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Proyeksikan Bisnis Penjaminan Masih Diselimuti Tantangan Tahun Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













