Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren positif pada tabungan pelajar di tengah momentum Idul Fitri 2026 yang turut mendorong likuiditas perbankan. Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), termasuk kepada anak-anak, dinilai menjadi katalis peningkatan budaya menabung sejak dini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan hingga Februari 2026 jumlah rekening tabungan pelajar telah mencapai 59,03 juta dengan total nominal Rp 30,31 triliun.
“Momentum Lebaran memberikan dorongan musiman terhadap DPK, termasuk tabungan, dan juga menjadi peluang untuk meningkatkan literasi keuangan anak melalui tabungan pelajar,” ujarnya dalam jawaban tertulis dikutip Senin (27/4/2026).
Baca Juga: BTN Andalkan Payroll untuk Genjot Dana Murah di Tengah Gejolak Ekonomi
Secara industri, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 13,86% secara tahunan per Februari 2026, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,75% secara year on year (yoy). Sementara itu, tabungan mencatat pertumbuhan 8,12% yoy, naik dari 7,21% yoy pada Februari 2025.
Dari sisi tren, jumlah rekening tabungan pelajar terus bertambah. OJK mencatat terdapat penambahan sekitar 1,04 juta rekening atau tumbuh 1,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, kontribusi tabungan pelajar terhadap total tabungan perbankan masih relatif kecil, yakni sekitar 0,97% dari total tabungan industri yang mencapai Rp 3.115,62 triliun.
OJK memandang tren ini akan terus berlanjut seiring dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) juga dinilai menjadi pendorong utama peningkatan jumlah rekening di segmen ini.
Ke depan, OJK memperkirakan pertumbuhan tabungan pelajar maupun DPK secara keseluruhan tetap berada dalam jalur positif, meski dengan laju yang lebih moderat.
Hal ini seiring dengan normalisasi pertumbuhan setelah lonjakan sebelumnya serta meningkatnya alternatif instrumen investasi di tengah tren penurunan suku bunga.
Baca Juga: Kredit Properti Tumbuh Positif pada Maret 2026, Tapi KPR Melambat
“Struktur DPK ke depan tetap terjaga sehat sehingga perbankan memiliki ruang untuk menjaga likuiditas dan mendukung intermediasi secara berkelanjutan,” tambah Dian.
OJK menegaskan akan terus mendorong peningkatan jumlah rekening dan nominal tabungan pelajar hingga akhir 2026, seiring dengan stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












