kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.812   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.309   31,73   0,51%
  • KOMPAS100 825   3,42   0,42%
  • LQ45 628   2,49   0,40%
  • ISSI 218   1,35   0,62%
  • IDX30 348   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 432   -1,05   -0,24%
  • IDX80 94   0,37   0,40%
  • IDXV30 118   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 112   -0,10   -0,09%

NIM perbankan masih aman pasca suku bunga acuan BI naik


Kamis, 24 Mei 2018 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengaruh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50% terhadap margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) belum terlalu dirasakan oleh perbankan.

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan menjelaskan, NIM bank sekarang ada di kisaran 4% hingga 4,5% dan masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

“Jika melihat ROA dan ROE pun masih tinggi di kawasan dan tidak terlalu khawatir dengan kenaikan BI rate,” jelas Fauzi saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/5).

Menurutnya, kalaupun suku bunga acuan BI naik kembali, kemungkinan besar tidak akan tajam hingga level yang mengkhawatirkan. “Indonesia bukan pertama kali mengalami suku bunga yang tinggi. Dampak kepada ekonomi tidak besar jadi dampak ke NIM saat ini tidak akan besar,” tutup Fauzi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×