Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) terus memperkuat pengelolaan risiko di tengah kenaikan rasio non-performing financing (NPF) industri multifinance.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF gross perusahaan pembiayaan sebesar 2,72%, atau meningkat dari posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,51%.
Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga mengatakan, perusahaan tetap menjalankan manajemen risiko secara prudent dan berkelanjutan, mulai dari proses underwriting yang selektif hingga penguatan fungsi collection.
“Selain itu, kami juga aktif melakukan monitoring portofolio secara berkala untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap terjaga,” kata Dapot kepada Kontan, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Daya Beli Terganggu: MUF Waspadai Pembiayaan Kendaraan 2026
Di tengah kenaikan NPF industri, Dapot menyebut MUF tetap menjaga penyaluran pembiayaan agar tumbuh stabil. Perusahaan terus mencermati perkembangan kondisi pasar serta melakukan penyesuaian strategi secara berkala.
“Kenaikan NPF industri tentu menjadi perhatian, namun kami tetap menjaga penyaluran pembiayaan secara stabil dengan menyesuaikan strategi secara berkala,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas aset, MUF melakukan berbagai langkah, antara lain penguatan analisa kredit, optimalisasi collection, serta pendekatan proaktif kepada debitur.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance (MUF) Berencana Terbitkan Surat Utang pada 2026
Selain itu, MUF juga memanfaatkan sinergi dengan Mandiri Group, khususnya melalui akuisisi nasabah Bank Mandiri dan BSI yang dinilai memiliki profil risiko relatif baik.
“Langkah ini kami lakukan untuk menjaga kualitas portofolio tetap terjaga di tengah dinamika industri,” tambahnya.
Adapun hingga Februari 2026, rasio NPF MUF tercatat sebesar 1,34%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,42%. Angka ini mencerminkan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Baca Juga: Strategi Mandiri Utama Finance (MUF) Dorong Kinerja Pembiayaan Kendaraan pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













