kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

NPL di Level 1,36%, MUF Utamakan Pendekatan Persuasif demi Jaga Kualitas Pembiayaan


Jumat, 17 Juli 2026 / 17:14 WIB
NPL di Level 1,36%, MUF Utamakan Pendekatan Persuasif demi Jaga Kualitas Pembiayaan
ILUSTRASI. PT Mandiri Utama Finance (MUF) mengedepankan pendekatan persuasif saat menghadapi debitur yang mengalami masalah pembayaran.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menyebut bahwa kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi industri multifinance.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan pendekatan persuasif saat menghadapi debitur yang mengalami masalah pembayaran, terutama bagi debitur kendaraan bermotor.

Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan bahwa penarikan kendaraan menjadi langkah terakhir saat seluruh upaya penyelesaian persuasif dengan debitur tidak mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Saham Bank-Bank Besar Kompak Menguat Akhir Pekan, Ini Pendorongnya

"Penarikan kendaraan dilakukan secara selektif sebagai langkah terakhir dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, sebelum penarikan kendaraan dilakukan, perusahaan akan melakukan pengingat pembayaran kepada debitur, kemudian melakukan konsultasi keuangan, hingga menawarkan opsi penyesuaian skema pembayaran sesuai asesmen dan kemampuan debitur.

Melalui strategi ini, MUF berhasil menahan non-performing loan (NPL) di level 1,36% hingga Juni 2026.

Lebih lanjut, perusahaan optimistis prospek industri multifinance akan membaik pada semester II-2026. Untuk itu, pihaknya akan berfokus pada penguatan kualitas pembiayaan dan manajemen risiko.

Baca Juga: Transformasi Asabri Berjalan, Aset Tumbuh Solid

Selain itu, mereka juga akan menghadirkan solusi pembiayaan yang makin relevan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×