Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menyebut bahwa kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi industri multifinance.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan pendekatan persuasif saat menghadapi debitur yang mengalami masalah pembayaran, terutama bagi debitur kendaraan bermotor.
Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan bahwa penarikan kendaraan menjadi langkah terakhir saat seluruh upaya penyelesaian persuasif dengan debitur tidak mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Saham Bank-Bank Besar Kompak Menguat Akhir Pekan, Ini Pendorongnya
"Penarikan kendaraan dilakukan secara selektif sebagai langkah terakhir dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, sebelum penarikan kendaraan dilakukan, perusahaan akan melakukan pengingat pembayaran kepada debitur, kemudian melakukan konsultasi keuangan, hingga menawarkan opsi penyesuaian skema pembayaran sesuai asesmen dan kemampuan debitur.
Melalui strategi ini, MUF berhasil menahan non-performing loan (NPL) di level 1,36% hingga Juni 2026.
Lebih lanjut, perusahaan optimistis prospek industri multifinance akan membaik pada semester II-2026. Untuk itu, pihaknya akan berfokus pada penguatan kualitas pembiayaan dan manajemen risiko.
Baca Juga: Transformasi Asabri Berjalan, Aset Tumbuh Solid
Selain itu, mereka juga akan menghadirkan solusi pembiayaan yang makin relevan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
