kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

OJK akui kasus Jiwasraya dan AJB Bumiputera berdampak pada bisnis asuransi


Senin, 24 Februari 2020 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo perusahaan PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (4/9). OJK mengakui kasus Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera 1912 telah mempengaruhi terhadap bisnis asuransi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/09/2018


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Biasanya dalam industri asuransi terdapat ketentuan assets liability mismatch yakni ketentuan jika kondisi aset dan liabilitas tidak sesuai. Ini merupakan bagian dalam strategi investasi asuransi jangka panjang sehingga harus memperhitungkan tingkat profitabilitas juga.

“Itulah yang dialokasikan dalam aset finansial seperti sertifikat deposito dan segala macamnya untuk untuk menahan risiko dalam kondisi normal,” tambahnya.

Baca Juga: Perkuat payung hukum, OJK Godok UU Pegadaian, lembaga pembiayaan hingga dana pensiun

Nah, jika dalam kondisi tidak normal maka akan sulit untuk diantisipasi.

Efeknya, perusahaan asuransi harus melepas instrumen aset di pasar modal yang sekarang sedang turun sehingga melalui cut loss atau menjual saham dalam kondisi merugi untuk menghindari kerugian lebih dalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×