kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

OJK Beberkan Penyebab Pendapatan Premi Asuransi jiwa dari Unitlink Terkontraksi


Senin, 01 Desember 2025 / 18:11 WIB
OJK Beberkan Penyebab Pendapatan Premi Asuransi jiwa dari Unitlink Terkontraksi
ILUSTRASI. OJK mengungkapkan premi unitlink asuransi jiwa terkontraksi 17,57% per Q3 2025. Pergeseran minat ke produk tradisional jadi penyebab utama. AAJI dorong inovasi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan penyebab terkontraksinya pendapatan premi produk unitlink.

Asal tahu saja, total pendapatan premi asuransi jiwa dari lini usaha unitlink sebesar Rp 30,67 triliun per kuartal III-2025. Nilainya terkontraksi 17,57% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penyebab utama terkontraksinya premi unitlink karena adanya pergeseran minat masyarakat ke produk tradisional.

"Adanya pergeseran produk dari unitlink ke produk endowment dan proteksi murni yang pertumbuhannya lebih stabil," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Premi Unitlink Merosot 17,57% per September 2025

Ogi menyebut kondisi itu juga yang menyebabkan perolehan premi industri asuransi jiwa ikut terkontraksi. Ditambah, adanya pengaruh dari dinamika pasar keuangan sepanjang tahun. Adapun pendapatan premi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 132,85 triliun.

"Nilainya terkontraksi 2,06% secara YoY," ujar Ogi.

Meski ada penyesuaian pada beberapa segmen, OJK memandang prospek industri asuransi jiwa hingga akhir tahun tetap positif. Ogi menyebut hal itu dipicu adanya indikator fundamental, seperti permodalan, likuiditas, dan kapasitas pembayaran klaim yang masih kuat.

Terkait kinerja unitlink, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan inovasi, sehingga produk unitlink masih terus diminati masyarakat.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menerangkan perusahaan asuransi jiwa didorong terus menghadirkan unitlink dengan struktur biaya yang lebih kompetitif dan fitur yang lebih sederhana agar tetap terjangkau, tetapi tidak mengurangi manfaat proteksi.

Baca Juga: OJK Akan Atur Pembatasan Pemasaran Produk Unitlink untuk KPPE 1, Ini Alasannya

"Dengan demikian, diyakini akan makin banyak masyarakat yang tertarik hingga akhirnya membeli dan menggunakan unitlink," ucapnya kepada Kontan.

Lebih lanjut, Togar bilang perusahaan asuransi jiwa juga perlu melakukan diversifikasi distribusi kanal penjualan agar dapat mengoptimalkan penjualan unitlink. Ia tak memungkiri bahwa selama ini pendapatan premi terbesar unitlink berasal dari kerja sama dengan bank melalui kanal bancassurance.

"Dengan memaksimalkan kerja sama bancassurance dan tentunya diperkaya dengan inovasi jalur distribusi yang lebih modern dapat membuka peluang pasar untuk unitlink," katanya.

Togar bilang asuransi jiwa juga perlu meningkatkan literasi keuangan dan kedekatan dengan nasabah agar mereka menjadi lebih memahami karakteristik produk unitlink secara utuh. 

Selanjutnya: Targetkan 800.000 Pengunjung, Ancol Siapkan Event dan Promo Menarik pada Libur Nataru

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/12)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×