Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital mendorong bank-bank di Indonesia menyesuaikan strategi bisnisnya.
Salah satu dampak yang mulai terlihat adalah berkurangnya jumlah jaringan kantor cabang seiring semakin dominannya transaksi melalui kanal digital.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026, tumbuh 28,14% secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: OJK Cermati Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu terhadap Industri Asuransi
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan transaksi melalui mobile banking yang meningkat 26,16% YoY dan transaksi internet banking yang tumbuh 15,51% YoY.
Tren ini menunjukkan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital untuk aktivitas keuangan sehari-hari.
Perubahan perilaku nasabah tersebut mendorong sejumlah bank melakukan optimalisasi jaringan kantor.
Baca Juga: NPL UMKM Kian Memburuk, Bank Perketat Mitigasi Risiko
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI mengurangi jumlah kantor menjadi 1.774 unit dari 1.779 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga memangkas jaringan kantornya menjadi 2.151 unit dari sebelumnya 2.169 unit.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI yang masih memiliki jaringan kantor terbesar di Indonesia, turut melakukan efisiensi. Hingga kuartal I-2026, jumlah kantor BRI tercatat 7.377 unit, turun dari 7.488 unit pada kuartal I-2025.
Berbeda dengan tren tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA justru menambah jumlah jaringan kantornya menjadi 1.270 unit dari sebelumnya 1.264 unit.
Salah satu bank yang semakin agresif mengembangkan layanan digital adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Perseroan mencatat 90,6% transaksi nasabah pada kuartal I-2026 telah dilakukan melalui kanal di luar kantor cabang.
Baca Juga: AAUI Dorong Asuransi Hadirkan Produk Kesehatan yang Lebih Terjangkau bagi Masyarakat
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan mengatakan, melihat tren transaksi tersebut, jumlah kantor cabang perseroan diperkirakan tidak akan bertambah ke depan.
"Melihat data bahwa pertumbuhan transaksi mayoritas berasal dari digital dan transaksi di cabang justru menurun, terutama di kota besar, maka jumlah cabang tidak bertambah ke depannya," ujar Lani kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6/2026).
Hingga kuartal I-2026, CIMB Niaga memiliki 459 kantor cabang, turun dari 474 kantor pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, Lani menegaskan perseroan tetap melakukan relokasi kantor cabang sesuai kebutuhan dan karakteristik nasabah di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI masih mempertahankan jumlah jaringan kantornya. Hingga kuartal I-2026, BSI memiliki 1.039 kantor cabang, sama seperti periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Musim Pancaroba Datang, AAUI Wanti-wanti Lonjakan Klaim Asuransi Kesehatan
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menilai keberadaan kantor cabang masih memegang peranan penting untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Dengan jumlah nasabah yang telah melampaui 23,7 juta, BSI akan tetap mengoptimalkan sinergi antara kantor cabang dan layanan digital.
"Saat ini kami memfokuskan pada kantor cabang eksisting dan terus mengkaji kelayakan bisnis serta performa seluruh jaringan kantor. Kantor cabang dan kanal digital akan saling melengkapi untuk memberikan layanan optimal," kata Wisnu.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono. Menurutnya, kantor cabang masih menjadi kanal layanan utama, terutama di daerah yang infrastruktur digitalnya belum memadai atau tingkat literasi digital masyarakat masih rendah.
"Saat ini Bank Muamalat memiliki jaringan kantor yang kami nilai sudah cukup memadai untuk mendukung aktivitas bisnis secara nasional," ujar Imam.
Baca Juga: Meski Harga Emas Tergelincir, Bisnis Bullion BSI Masih Ngacir
Jumlah Jaringan Kantor Bank Kuartal I-2026
- BRI: 7.377 kantor (Kuartal I-2025: 7.488)
- Bank Mandiri: 2.151 kantor (2.169)
- BNI: 1.774 kantor (1.779)
- BCA: 1.270 kantor (1.264)
- BSI: 1.039 kantor (1.039)
- BTN: 757 kantor (736)
- CIMB Niaga: 459 kantor (474)
- Bank Danamon: 361 kantor (354)
- Permata Bank: 232 kantor (240)
- OCBC: 201 kantor (205)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














