kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

OJK dukung integrasi bank daerah


Kamis, 22 Februari 2018 / 23:02 WIB
ILUSTRASI. Booth Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA)


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - MANADO. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung dan mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar terintegrasi. Tujuannya, meningkatkan efisiensi dan skala ekonomi yang meningkatkan daya saing terhadap industri perbankan.

“BPD bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) harus segera mempercepat upaya mewujudkan BPD seluruh Indonesia yang lebih terintegrasi,” ujar Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK pada keterangan persnya, Kamis (22/2).

Menurut Wimboh, BPD harus mempunyai kemampuan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) termasuk KUR Klaster. Berkerja sama dengan BUMDES atau BUMADES yang sebentar lagi akan banyak berdiri, bank milik daerah diminta memperluas jangkauan layanan agen-agen branchless banking di berbagai daerah dan juga sebagai penyalur bansos non-tunai

Berdasarkan data OJK per Desember 2017, aset BPD naik 14,2% sepanjang tahun 2017 lalu. Dana simpanan nasabah atau DPK tumbuh 17,2%. Sedangkan kredit tumbuh 9,1% dengan rasio kredit macet yang terjaga di 3,2%.

“Selain itu, BPD juga harus berperan aktif dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mencari terobosan membuka akses Keuangan masyarakat di daerahnya,” imbuh Wimboh.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×