kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

OJK Optimistis Kinerja Perbankan di 2026 Moncer, Ini Alasannya


Jumat, 09 Januari 2026 / 16:46 WIB
OJK Optimistis Kinerja Perbankan di 2026 Moncer, Ini Alasannya
ILUSTRASI. OJK menyoroti rampungnya adaptasi manajemen baru di bank BUMN, swasta, dan daerah yang bisa jadi modal utama untuk mencapai target kinerja di 2026


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menatap optimistis kinerja perbankan di 2026. Salah satu alasannya, banyak bankir  tak perlu adaptasi lagi di tahun ini.

Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyoroti banyak bank yang melakukan perombakan manajemen. Alhasil, itu turut mempengaruhi kinerja mereka tahun lalu.

Pasalnya, Dian menilai perombakan manajemen terbilang merata di seluruh kelompok bank. Dalam hal ini, terjadi di bank milik negara, bank swasta hingga bank daerah juga melakukan perombakan.

“Sudah hampir settle seluruhnya sekarang, sehingga memang saya kira dengan manajemen yang baru tersebut tentu ini akan punya target-target yang akan lebih baik, lebih optimistik ke depannya,” ujar Dian, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Minat Tinggi! Proyek Air Tenaga Surya Samosir Danamart Oversubscribed Dua Kali

Di sisi lain, Dian pun melihat kondisi makro dan mikro juga sudah menunjukkan perbaikan. Terlebih jika ada kerjasama yang baik dari sektor fiskal yang mempengaruhi sektor keuangan.

Sebagai informasi, pada November 2025, kredit bank tumbuh 7,74% YoY menjadi sebesar Rp 8.314,48 triliun, terutama dikontribusikan dari pertumbuhan pada sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 18,33%, pengadaan listrik, gas, dan air sebesar 21,83%, industri pertambangan sebesar 11,0%, serta konstruksi sebesar 8,14%. 

“Penguatan di seluruh aspek penopang pertumbuhan ekonomi akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan,” tandasnya.

Selanjutnya: DKI Jakarta Habiskan Rp 100 Miliar Bongkar Monorel Mangkrak, Ini Rinciannya

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×