Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontribusi atau premi industri asuransi jiwa syariah mengalami tekanan per Juli 2026. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat prospek asuransi jiwa syariah tetap positif ke depannya.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan salah satunya didukung adanya proses transformasi dan spin-off unit usaha syariah (UUS).
"Selain itu, penguatan literasi, inovasi produk, peningkatan kapasitas, dan sinergi dengan ekosistem ekonomi syariah menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9).
Baca Juga: Unitlink Dominasi Premi Prudential Indonesia, Kontribusinya Capai 74% per Semester I
Terkait kinerja, Ogi menyampaikan pendapatan kontribusi atau premi asuransi jiwa syariah tercatat sebesar Rp 11,39 triliun per Juli 2026. Nilainya terkontraksi 17,7%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) juga menilai prospek asuransi syariah masih besar ke depannya. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menerangkan salah satunya didukung penguatan struktur dan kesiapan industri dalam melakukan agenda spin off UUS.
"Agenda spin off UUS menjadi bagian penting untuk membangun industri yang lebih sehat dan berkelanjutan," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/8).
Albertus mengatakan tertekannya kinerja asuransi jiwa syariah tak terlepas dari kesiapan industri untuk melakukan spin off UUS. Dengan demikian, dia bilang kondisi itu juga memengaruhi perusahaan dalam menjual produk syariah.
"Banyak sekali hal yang disiapkan, mulai dari informasi teknologi hingga sumber daya manusia," tuturnya.
Meski demikian, Albertus juga mendorong perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk syariah yang bervariasi guna menarik minat masyarakat.
Senada, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia AAJI Freddy Thamrin menyebut persiapan spin off UUS juga memengaruhi kinerja dari asuransi jiwa syariah. Namun, Freddy meyakini apabila proses spin off UUS sudah rampung, tentunya kinerja asuransi syariah bisa lebih melaju.
"Jika sudah terpisah, tentu geraknya akan lebih cepat. Harapan kami, syariah itu lebih cepat ke depannya," ucap Freddy.
Baca Juga: Pengembangan PLTS 100 GWp dan Blok Masela Berpotensi Jadi Peluang bagi Asuransi Umum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














