Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan premi asuransi jiwa syariah masih tertekan hingga semester I-2026.
Berdasarkan Laporan Kinerja Asuransi Jiwa AAJI periode Januari-Juni 2026, premi asuransi jiwa syariah tercatat menurun 20,2% secara tahunan dari Rp11,99 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp9,57 triliun pada semester I-2026.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo mengatakan proses spin-off unit usaha syariah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan premi syariah masih tertekan.
“Tahun ini adalah batas akhir spin-off unit usaha syariah, tentunya kesibukan ini sedikit banyak berpengaruh,” ujarnya saat Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2026 di Grha AAJI, Senin (31/8/2026).
Dengan proses spin-off unit usaha syariah ini, perusahaan asuransi terkait sibuk IT, SDM, sampai persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Prudential Syariah Kuasai 25% Pangsa Pasar Asuransi Jiwa Syariah pada Kuartal I-2026
Hal serupa pernah diungkapkan juga oleh Pengamat Asuransi Syariah sekaligus anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahju Rohmanti. Menurutnya, spin-off unit usaha syariah membuat perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian mulai dari membangun sistem bisnis yang baru, penyesuaian SDM, dan penyesuaian produk baru yang lebih relevan.
“Tantangan di internal yaitu reorganisasi pasca penyesuaian permodalan dan spin off,” ujarnya kepada Kontan belum lama ini.
Namun, perbaikan pertumbuhan segmen syariah diprediksi masih tetap terbuka.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Meylindawati Tjoa menyebut dampak spin-off ini hanya menahan pertumbuhan premi dalam jangka pendek karena perusahaan perlu mengalihkan portofolio dan menyiapkan entitas unit usaha syariah mereka sendiri. Akan tetapi, setelah proses spin-off rampung asuransi syariah diprediksi akan memiliki ruang gerak yang lebih cepat.
Sejalan dengan itu, Wahju juga optimis ruang perbaikan premi asuransi jiwa syariah masih tetap terbuka seiring dengan rampungnya spin-off dan reorganisasi.
Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Tradisional Turun 2,9%, AAJI Optimisis Kebutuhan Proteksi Terjaga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














