kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

OJK ragu bunga KPR bisa turun ketika bunga The Fed naik


Jumat, 02 Maret 2018 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Kredit pemilikan properti


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada tren penurunan bunga kredit konsumsi di akhir tahun lalu. Adapun, rata-rata suku bunga kredit konsumsi bank per Desember 2017 sebesar 12,66%, lebih rendah dari November 2017 yang sebesar 12,78%. 

Kredit konsumsi ini biasanya mengalir pada kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit tanpa agunan (KTA). 

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK menjelaskan, sampai dengan saat ini tren suku bunga rupiah masih turun. Tetapi, tren ini bisa saja berubah saat suku bunga The Fed naik.

Bank sentral AS Federal Reserve memberi sinyal kenaikan bunga di tahun ini, yang dibaca pasar bisa mencapai tiga-empat kali. Kenaikan bunga AS bisa memicu kenaikan bunga di berbagai negara agar tidak terjadi arus dana keluar. 

“Jika suku bunga acuan The Fed naik, suku bunga acuan BI pasti naik juga. Akibatnya, suku bunga rupiah bisa naik, baik deposit maupun kredit,” jelas Boedi kepada Kontan.co.id, Kamis (2/3).

Pun, pihaknya ragu suku bunga kredit konsumsi akan turun lagi di tahun 2018, mengingat tren kenaikan The Fed Fund Rate tersebut. “Dan ini tentunya akan mengakibatkan suku bunga rupiah juga meningkat,” kata Boedi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×