Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan buy now pay later (BNPL) di bank semakin disenangi oleh nasabah. Paylater dinilai bisa memenuhi kebutuhan transaksi pembayaran nasabah secara lebih instan dan mudah.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu bank yang mencatat pertumbuhan positif pada layanan paylater-nya. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn menyebut, pertumbuhan paylater banknya didorong oleh kebutuhan transaksi ritel serta mobilitas dan konsumsi nasabah, termasuk pemesanan tiket kereta dan pesawat.
Hera mencatat outstanding paylater BCA hingga kuartal I-2026 mencapai Rp 342 miliar. Sedangkan, pengguna layanan Paylater BCA mencapai 192 ribu nasabah, naik 9% secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Baca Juga: Tanpa Tantiem, Bankir Bisa Makin Defensif?
"Sejalan dengan dinamika industri, kinerja Paylater BCA hingga Kuartal I-2026 tetap menunjukan pertumbuhan yang sehat," kata Hera kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Di samping pertumbuhannya yang positif, Hera juga bilang kualitas paylater BCA tetap terjaga dengan baik. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) untuk paylater BCA yang masih stabil.
Adapun NPL BCA secara keseluruhan pada kuartal I-2026 adalah sebesar 1,8%. Angka itu terhitung berada di level yang rendah.
"Kami berharap kualitas portofolio Paylater BCA tetap terjaga di level yang manageable," kata Hera.
Hera memastikan banknya akan terus mendorong pertumbuhan layanan paylater. Nasabah bisa menggunakan paylater BCA melalui aplikasi myBCA untuk melakukan pembayaran transaksi QRIS.
"Paylater BCA hadir untuk memberikan layanan pembayaran yang fleksibel serta memastikan keuangan nasabah tetap terkelola dengan baik," ucapnya.
Baca Juga: Maybank Indonesia Rilis Amanah Pro, Bidik DPK Syariah Tumbuh Double Digit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













