kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Paylater BCA Tumbuh Sehat hingga Akhir 2025, NPL Tetap Terjaga


Minggu, 25 Januari 2026 / 13:32 WIB
Paylater BCA Tumbuh Sehat hingga Akhir 2025, NPL Tetap Terjaga
ILUSTRASI. Paylater BCA mencatat pertumbuhan sehat hingga akhir 2025. (Dok/www.bca.co.id)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kinerja layanan Paylater tetap tumbuh sehat hingga akhir 2025, sejalan dengan dinamika industri dan meningkatnya kebutuhan transaksi ritel masyarakat, terutama menjelang akhir tahun.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pertumbuhan Paylater BCA didorong oleh meningkatnya mobilitas dan konsumsi nasabah, termasuk untuk transaksi pemesanan tiket pesawat dan hotel.

“Sejalan dengan dinamika industri, kinerja Paylater BCA hingga akhir 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Kami mencermati adanya pertumbuhan menjelang akhir tahun yang didukung kebutuhan transaksi ritel, mobilitas, dan konsumsi nasabah,” ujar Hera dalam kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Zurich Syariah Fokus Dorong Pertumbuhan Asuransi Syariah Berkelanjutan pada 2026

Sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023, Hera bilang animo masyarakat terhadap layanan Paylater BCA terus meningkat. Sebagai gambaran, hingga September 2025 jumlah pengguna Paylater BCA mencapai 185 ribu nasabah, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, outstanding Paylater BCA tercatat sebesar Rp 342 miliar per September 2025.

Dari sisi kualitas aset, Hera menegaskan bahwa kualitas portofolio Paylater BCA tetap terjaga. Pada kuartal III-2025, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BCA berada di level 2,1%, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.

“Kami berharap kualitas portofolio Paylater BCA tetap berada di level yang manageable,” jelas Hera.

Paylater BCA dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas pembayaran sekaligus membantu nasabah mengelola keuangan dengan lebih baik. Layanan ini dapat digunakan untuk transaksi berbasis QRIS, dengan proses pengajuan yang dilakukan melalui aplikasi myBCA.

Baca Juga: Bank Jakarta Genjot Layanan dan Inovasi Digital

Ke depan, BCA optimistis transaksi Paylater masih memiliki ruang pertumbuhan. Perseroan berkomitmen menyalurkan kredit Paylater secara prudent dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin.

“Kami optimistis transaksi menggunakan Paylater BCA dapat mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026,” tutup Hera.

Selanjutnya: Aktivitas Ekonomi Terjaga, Uang Beredar Diproyeksikan Tumbuh 9,2% per Januari 2026

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×