kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.749   53,57   0,94%
  • KOMPAS100 745   10,04   1,36%
  • LQ45 565   7,89   1,42%
  • ISSI 199   0,96   0,48%
  • IDX30 320   4,64   1,47%
  • IDXHIDIV20 394   5,52   1,42%
  • IDX80 85   1,15   1,38%
  • IDXV30 107   1,05   0,99%
  • IDXQ30 103   1,31   1,28%

Pefindo kantongi mandat obligasi Rp 85,46 triliun


Kamis, 16 Maret 2017 / 11:08 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bisnis pemeringkatan berkibar di awal tahun ini. Masuk bulan ketiga Tahun Ayam Api ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kebanjiran mandat pemeringkatan emisi obligasi.

Per 14 Maret 2017, total mandat yang telah diterima Pefindo dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 10,66 triliun. Mandat tersebut berasal dari perusahaan perbankan, perusahaan pembiayaan, konstruksi dan barang konsumsi. Adapun total mandat pemeringkatan keseluruhan Rp 15,7 triliun. Artinya, mandat diterima Pefindo menguasai pangsa pasar pemeringkatan emisi sebanyak 67,8%.

Hendro Utomo, Senior Vice President Division Head Financial Institution Ratings PT Pefindo mengatakan, prospek penerbitan obligasi sepanjang 2017 akan semarak. Sebab ada obligasi jatuh tempo senilai Rp 87,6 triliun di 2017. Tahun ini menjadi puncak obligasi jatuh tempo seperti tahun 2012. Sebab rata-rata tenor obligasi adalah lima tahun.

"Siklus puncak obligasi jatuh tempo berpotensi mendorong emiten melakukan refinancing. Caranya dengan menerbitkan obligasi," kata Hendro, Rabu (15/3). Pefindo juga mengantongi mandat belum listing sebanyak Rp 74,8 triliun. Mandat itu dari 36 perusahaan di berbagai sektor. Perbankan menjadi sektor terbesar yang melimpahkan mandat Pefindo (lihat tabel).

Perpaduan mandat yang sudah listing maupun belum listing mencapai Rp 85,46 triliun. Dari total mandat yang belum melantai di Bursa, senilai Rp 43,5 triliun merupakan penawaran umum berkelanjutan (PUB) baru. Ada pula penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) Rp 4,59 triliun.

Hendro menilai, perusahaan telah berhitung sebelum menerbitkan obligasi pada tahun ini. Sebab, rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat akan berdampak pada kenaikan suku bunga acuan dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×