kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pembiayaan Paylater Multifinance Capai Rp 8,5 Triliun, Anak Muda Jadi Pendorong Utama


Jumat, 11 Juli 2025 / 09:53 WIB
Pembiayaan Paylater Multifinance Capai Rp 8,5 Triliun, Anak Muda Jadi Pendorong Utama
ILUSTRASI. OJK mencatat nilai penyaluran pembiayaan buy now pay later alias paylater oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 8,58 triliun hingga Mei 2025. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai penyaluran pembiayaan buy now pay later (BNPL) alias paylater oleh perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp 8,58 triliun hingga Mei 2025. Angka ini melesat 54,26% secara tahunan (YoY).

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai pertumbuhan ini tak lepas dari karakteristik konsumsi masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki sifat konsumtif tinggi. 

“Anak muda ini terkenal dengan You Only Live Once (YOLO). Konsumsi mereka hanya berdasarkan keinginan saat ini dimana mumpung masih hidup dan bekerja, mereka akan konsumsi sesuai dengan keinginan mereka,” ujar Nailul kepada Kontan, (10/7).

Baca Juga: Trend Gaya Hidup Konsumtif Anak Muda Dorong Pertumbuhan Paylater Multifinance

Nailul menambahkan, terkadang keinginan golongan anak muda ini terbentur dengan dana yang mereka miliki. Hal ini membuat mereka akhirnya melakukan pinjaman ke BNPL.

Namun, Ia juga menyoroti bahwa desakan kondisi ekonomi juga bisa membuat permintaan BNPL naik. Menurutnya, orang dengan kebutuhan meningkat namun penghasilan berkurang atau bahkan hilang pasti akan mencari sumber pembiayaan lain, salah satunya BNPL.

“Kenapa bukan kartu kredit? Saya melihat proses kartu kredit yang lama, kemudian ketidakpastian penerimaan, membuat orang malas mengurus kartu kredit. Masyarakat muda kita malas berhadapan dengan proses seperti ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×