Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Jakarta terus memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di pasar-pasar Jakarta.
Hingga Juni 2026, realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta mencapai outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur.
Penyaluran pembiayaan tersebut didukung oleh 243 Sentra Mikro Bank Jakarta yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Baca Juga: Saham Big Banks Menghijau, BBRI Melaju Paling Kencang
Keberadaan jaringan tersebut menjadi strategi perseroan untuk mendekatkan akses pembiayaan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, Sentra Mikro tidak hanya berfungsi sebagai jaringan layanan, tetapi juga menjadi sarana bagi perseroan untuk memahami karakteristik serta kebutuhan pembiayaan di setiap ekosistem usaha.
"Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, transformasi Bank Jakarta tidak boleh hanya membuat kami semakin besar, semakin modern, dan semakin digital. Transformasi harus membuat Bank Jakarta semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta," kata Agus dalam keterangannya saat menghadiri Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Manulife Catat Laba Rp 2,50 Triliun pada Semester I-2026, Ini Faktor Pendukungnya
Pembiayaan Pedagang Pasar
Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.
Potensi pembiayaan di kawasan tersebut masih terbuka lebar. Pasalnya, Pasar Induk Kramat Jati merupakan salah satu pusat perdagangan penting di Jakarta dengan lebih dari 5.000 tempat usaha.
Untuk menjangkau pelaku usaha di kawasan tersebut, Bank Jakarta menyediakan sejumlah pilihan pembiayaan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.
Perseroan menilai akses terhadap pembiayaan formal menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha mikro.
Skema tersebut sekaligus diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pedagang terhadap pembiayaan informal yang memiliki biaya lebih tinggi.
Baca Juga: Tingginya Kecelakaan Kapal Jadi Tantangan bagi Bisnis Asuransi Marine Hull
Dorong UMKM Naik Kelas
Bank Jakarta juga mulai mengarahkan strategi pembiayaan tidak hanya pada penyaluran kredit, tetapi juga pada penguatan ekosistem usaha nasabah.
Salah satunya dengan mendorong pedagang untuk terhubung dengan ekosistem digital serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan usaha.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat akses mereka terhadap layanan keuangan formal.
"Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka," tutup Agus.
Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Great Eastern: Asuransi Perjalanan Sangat Diperlukan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














