kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Peminat asuransi mikro diprediksi akan terus bergairah


Senin, 25 November 2019 / 22:51 WIB
 Peminat asuransi mikro diprediksi akan terus bergairah
ILUSTRASI. Perajin mebel skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) beraktivitas di bengkel kerjanya di Jakarta, Senin (15/1).


Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Azis Husaini

“Untuk menggarap bisnis ini yakni harus melakukan digitalisasi, dan juga melakukan kerja sama untuk mengembangkan bisnis ini,”jelas Ansar Arifin.

PT Central Asia Financial (CAF) atau dikenal dengan Jagadiri, memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan perolehan pendapatan premi hingga akhir tahun.

Baca Juga: OJK bubarkan 6 produk reksadana Minna Padi, ini dampaknya ke IHSG

Chief Marketing Office Centra Asia Financial Yuda Wirawan mengatakan, untuk pendapatan premi asuransi mikro terbilang masih mini. Yuda enggan menyebutkan angkanya. Namun, secara polis yang meningkat sangat tajam. Hingga oktober 2019 perusahaan berhasil akuisisi 4.500 customers dari hanya 200 pada tahun lalu.

"Kami yakin masih besar dan penetrasinya selain akses digital juga kerjasama penetrasi asuransi dengan industri lain misalnya melalui ritel,"kata Yuda Wirawan kepada Kontan.co.id, Senin (25/11).

Risiko operasional dalam bermain di asuransi mikro menurut Yuda yakni kemudahan dalam mengakses produk asuransi mikro, identifikasi customer yang terproteksi karena program ini biasanya dalam bentuk bundled insurance dan terjadinya anti selection dan fraud.

Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnisnya akses mudah melalui program kerjasama dengan prospek customer yang sangat jelas identifikasi risikonya menjadi penting untuk dijalankan.

Baca Juga: Tagih ke wajib pajak, Pemerintah raup sekitar Rp 133 triliun

"Saat ini kami bekerjasama dengan koperasi, komunitas juga platform e money. Ke depan kami fokus menyediakan produk yang terjangkau dan mudah diakses serta pengembangan produk asuransi digital,"jelas Yuda Wirawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×