Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan tiga provinsi yang memiliki tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 di industri fintech peer to peer (P2P) lending per Mei 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengungkapkan provinsi teratas dengan angka TWP90 tertinggi adalah Jakarta. Angkanya melampaui batas atas TWP90 yang sebesar 5%.
"TWP90 Jakarta sebesar 11,23% per Mei 2026," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7).
Baca Juga: OJK: Kenaikan Harga BBM Berpotensi Tekan Kualitas Pembiayaan Multifinance
Selanjutnya, provinsi dengan TWP90 tertinggi kedua dan ketiga adalah Jawa Timur yang sebesar 4,85% dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan angka 3,87%.
Sementara itu, Agusman juga mengungkapkan 3 provinsi dengan pertumbuhan pembiayaan tertinggi di industri fintech lending per Mei 2026. Dia bilang Yogyakarta menjadi provinsi dengan pertumbuhan pembiayaan tertinggi, yakni sebesar 18,43% secara Year on Year (YoY).
"Diikuti, Papua Selatan sebesar 8,02% YoY, dan Papua Pegunungan sebesar 7,43% YoY," tuturnya.
Secara industri, OJK mencatat, angka TWP90 fintech P2P lending per Mei 2026 sebesar 4,42%. Angka TWP90 per Mei 2026 terbilang menurun atau membaik, jika dibandingkan dengan posisi April 2026 yang sebesar 4,62%.
Outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 103,73 triliun per Mei 2026, atau tumbuh sebesar 25,60% secara YoY.
Di tengah pertumbuhan pembiayaan yang tinggi, Agusman mendorong penyelenggara fintech lending tetap perlu mengimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, serta kualitas credit scoring agar kualitas portofolio tetap terjaga.
Baca Juga: TWP90 di Atas 5%, OJK Terus Awasi Ketat Fintech Modal Rakyat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














