kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.835   -75,00   -0,44%
  • IDX 7.999   63,28   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,11   1,00%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 283   5,20   1,87%
  • IDX30 425   -0,92   -0,22%
  • IDXHIDIV20 511   -3,66   -0,71%
  • IDX80 126   1,02   0,82%
  • IDXV30 139   0,13   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,71   -0,51%

Pencadangan bank menengah diproyeksi masih tinggi


Selasa, 30 Mei 2017 / 18:54 WIB
Pencadangan bank menengah diproyeksi masih tinggi


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kelompok bank menengah BUKU III atau yang mempunyai modal inti antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun tercatat masih mengalami kenaikan rasio pencadangan sampai kuartal I 2017.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio pencadangan bank menengah pada kuartal I 2017 tercatat 89,34% atau naik 23,45bps secara tahunan atau year on year (yoy).

Ini disebabkan karena NPL kelompok BUKU menengah yang masih tinggi yaitu 3,08% sampai Maret 2017. Beberapa bank menengah memproyeksi pada kuartal II 2017 rasio pencadangan masih akan mengalami kenaikan.

Maryono, Direktur Utama BTN mengatakan, rasio pencadangan BTN untuk mengantisipasi rasio kredit bermasalah (NPL) pada kuartal II yang diperkirakan masih berada di angka 3%. Meskipun rasio pencadangan sedikit naik namun bank spesialis perumahan ini masih menargetkan target laba sesuai target pada kuartal II 2017.

Bank menengah lain juga memproyeksi risiko kredit juga masih mengalami kenaikan. Bank Panin misalnya, memproyeksikan pada kuartal II 2017 rasio NPL di bawah 3% atau sedikit naik dari posisi kuartal II 2016 sebesar 2,74%.

Namun beberapa bank menengah lain mencatat rasio pencadangan menurun dibandingkan awal tahun. Salah satunya adalah Bank Bukopin yang mencatat saat ini rasio pencadangan sebesar 53% atau sedikit mengalami penurunan dibanding awal 2017.

Sebagai gambaran, pencadangan kelompok BUKU III secara nominal pada kuartal I 2017 sebesar Rp 37,95 triliun atau masih naik 52,28% secara yoy dari periode yang sama sebelumnya Rp 42,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×