kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pendapatan Indosurya Finance diperkirakan turun gara-gara PSAK 71


Minggu, 19 Mei 2019 / 20:12 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 akan berefek pada kinerja multifinance. PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) memperkirakan penerapan standar akuntansi itu akan meningkatkan pencandangan kredit masalah.

Menurut Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung, dengan kenaikan pecandangan tersebut berpotensi menurunkan net income (pendapatan bersih) perusahaan.

Karena PSAK 71 menggunakan sadar pencandangan ekspektasi kerugian kredit (expected credit loss) bukan penghentian pinjaman akibat pelanggaran yang dilakukan debitur (event of default)

“Mau tidak mau pasti turun, kami proyeksikan begitu baik itu dari lembaga keuangan non-bank maupun bank,” kata Mulyadi kepada Kontan.co.id, Jumat (17/5).

Adapun perhitungan ekspetasi kerugian kredit berasal dari jejak rekam kinerja perseroan. Untuk saat ini, Indosurya Finance masih menghitung berapa kenaikan pencadangan kredit masalah tersebut.

Untuk mengantisipasi penurunan pendapatan, perusahaan berupaya meningkatkan bisnis dan melakukan efisiensi. Pihaknya sudah mempekerjakan konsultan memastikan apakah penerapan SKAP 71 ini sesuai ketentuan.

“Sekarang kami sedang memperbaruhi sistem dan sudah jalan. Dan sistem ini diproses oleh konsultan kami,” tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×