kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan Non Bunga Bank Besar Tumbuh Solid, Ini Penopangnya


Selasa, 25 Oktober 2022 / 14:22 WIB
Suasana di My BCA, layanan digital Bank Central Asia (BCA) di Mal Kasabalnka, Jakarta. Pendapatan Non Bunga Bank Besar Tumbuh Solid, Ini Penopangnya


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Capaian itu melampaui pertumbuhan NII yang tercatat hanya tumbuh 5,2% menjadi Rp 30,2 triliun. Dengan dukungan pendapatan non bunga ini, BNI berhasil mencetak laba bersih Rp 13,7 triliun hingga kuartal III atau melesat 76,8% secara tahunan.

"Pertumbuhan pendapatan non bunga tersebut terutama didorong dari transaksi digital dan bisnis sindikasi," kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Senin (24/10).

Berdasarkan materi paparan kinerja BNI kuartal III 2022, perseroan tercatat membukukan pendapatan dari bisnis sindikasi sebesar Rp 611 miliar atau melesat 91,5% secara tahunan.

Baca Juga: Bank Besar Masih Menjuarai Penyaluran Kredit Konsumer pada Tengah Tahun 2022

Lalu pendapatan dari PPOP dan pembayaran tagihan tumbuh 17,9% secara tahunan jadi Rp 251 miliar, pendapatan FX trading dan derivatif naik 18,3% menjadi Rp 1,31 triliun dan pendapatan dari pensiun fund naik 9% menjadi Rp 164 miliar. 

Selain itu, pendapatan dari maintinance kartu debit tercatat naik 5,8% menjadi Rp 401 miliar, dari bisnis remitansi naik 4,1% menjadi Rp 169 miliar,  pendapatan maintinance rekening naik 1,3% menjadi Rp 1,56 triliun. 

Sedangkan pendapatan dari transaksi dari ATM dan e-channel malah tercatat turun 0,9% menjadi Rp 1,125 triliun, dari trade finance turun 17,6% jadi Rp 888 miliar dan pendapatan marketable securities turun 18,1% jadi Rp 1,31 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×