kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pendapatan Tumbuh 5,86% pada Semester I-2026, TAFS Beberkan Faktor Penyebabnya


Jumat, 21 Agustus 2026 / 20:51 WIB
Pendapatan Tumbuh 5,86% pada Semester I-2026, TAFS Beberkan Faktor Penyebabnya
ILUSTRASI. Kinerja TA Finance (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Toyota Astra Financial Services (TAFS), membukukan pertumbuhan pendapatan pada Semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, jumlah pendapatan TAFS tercatat sebesar Rp 2,35 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 5,86% secara Year on Year (YoY).

Adapun kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 1,90 triliun, atau tumbuh sebesar 7,34% secara YoY.

Mengenai hal itu, Financial Controller Division Head TAFS Lina menerangkan pertumbuhan pendapatan tersebut tak terlepas dari strategi perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan industri yang makin ketat. 

Baca Juga: TAFS Terapkan Strategi Ini Guna Mendorong Kinerja hingga Akhir 2026

Lina mengatakan perusahaan terus berupaya mempertahankan pangsa pasar dengan menyediakan produk dan layanan terbaik bagi konsumen melalui solusi pembiayaan yang inovatif, proses layanan yang cepat dan mudah, serta pengalaman pelanggan yang optimal. 

"Selain itu, sinergi yang kuat dengan ekosistem Toyota–Astra menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).

Melalui inisiatif tersebut, Lina berharap TAFS tetap mampu mempertahankan posisi di pasar, sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Lina mengatakan peluang industri multifinance untuk bertumbuh hingga akhir tahun masih cukup baik. Hal itu seiring masih terjaganya permintaan pembiayaan kendaraan. Dalam menyikapi momentum itu, dia bilang TAFS akan terus berfokus pada pembiayaan kendaraan baru, meliputi Toyota, Daihatsu, dan Lexus. 

Baca Juga: OJK Tindak Lanjuti Pengaduan Konsumen, dari TAFS hingga Solusiku

"Ditambah, mengembangkan bisnis pembiayaan mobil bekas dan multiguna sesuai dengan kebutuhan pasar dan potensi pertumbuhannya," ucap Lina.

Lina optimistis TAFS  dapat mempertahankan kinerja yang positif dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan pengelolaan risiko yang baik.

Sebagai informasi, TAFS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 482,63 miliar pada Semester I-2026, atau tumbuh sebesar 24,79% YoY. Sementara itu, TAFS membukukan aset sebesar Rp 40,62 triliun pada Semester I-2026, atau bertumbuh 6,33% YoY.

Selanjutnya, ekuitas TAFS tercatat tumbuh 14,83% dari Rp 5,73 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 6,58 triliun pada Semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan sebesar 0,42%. 

Baca Juga: Panggil TAFS Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan Kredit, OJK Beri Penjelasan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×