kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Penyaluran KUR Bank BPD DIY capai Rp 676 miliar hingga September 2026


Rabu, 14 Oktober 2026 / 18:49 WIB
Penyaluran KUR Bank BPD DIY capai Rp 676 miliar hingga September 2026
ILUSTRASI. BPD DIY (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank BPD DIY memperkirakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 hanya mencapai sekitar 95% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,1 triliun.

Terbatasnya potensi nasabah dan kecenderungan pelaku usaha menahan ekspansi menjadi tantangan bagi perseroan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit bersubsidi tersebut.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto mengatakan, realisasi penyaluran KUR perseroan mencapai Rp 676 miliar hingga September 2026.

“Melihat kondisi saat ini, kami masih optimistis, namun kemungkinan posisi pencapaian kisaran 95%-an dari kuota Rp 1,1 triliun,” ujar Agus kepada kontan.co.id, Selasa (13/10).

Baca Juga: Penyaluran KUR Perbankan Mendekati Target, Tapi Daya Beli UMKM Jadi Tantangan

Berdasarkan sektor usaha, penyaluran KUR BPD DIY didominasi sektor perdagangan dengan nilai Rp 181 miliar atau sekitar 26% dari total penyaluran. Selanjutnya, sektor pertanian mencapai Rp 142 miliar atau sekitar 21%, sedangkan sektor akomodasi sekitar Rp 108 miliar atau 16%.

Meski penyaluran masih berjalan, BPD DIY menghadapi tantangan dari sisi kualitas kredit. Agus menyebutkan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KUR perseroan mencapai 3,7% per September 2026.

Menurut dia, peningkatan NPL dipengaruhi kondisi ekonomi yang kurang mendukung kegiatan usaha serta penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada omzet pelaku usaha.

“Dari sisi menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan omzet-omzet usaha juga menurun. Saat ini orang menahan dan efisien dalam segala hal,” kata Agus.

Untuk menjaga kualitas kredit, BPD DIY memperketat analisis dan seleksi calon debitur sejak awal pengajuan. Perseroan juga memperkuat penerapan prinsip four eyes, meningkatkan pendampingan serta pemantauan setelah kredit dicairkan, dan mendorong debitur menyisihkan dana secara rutin sesuai pola bisnisnya agar pembayaran angsuran tetap lancar.

Agus menambahkan, terbatasnya potensi nasabah juga menjadi kendala dalam mempercepat penyaluran KUR. Saat ini, sebagian debitur masih berfokus mempertahankan usaha dan belum melakukan ekspansi.

“Yang sangat memengaruhi penyaluran KUR adalah terbatasnya potensi nasabah. Saat ini debitur pada posisi bertahan, belum ekspansi. Saat ini kita terus menjaga posisi OSL KUR jangan turun kualitasnya. Penyaluran tetap harus selektif dan prudent,” ujarnya.

Baca Juga: Inflasi Medis Tekan Asuransi Kesehatan, AAUI Buka Opsi Kenaikan Premi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×