kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Perluas Ekosistem Pembiayaan, UMKM Didorong Perkuat Kapasitas dan Bisnis


Selasa, 03 November 2026 / 17:28 WIB
Perluas Ekosistem Pembiayaan, UMKM Didorong Perkuat Kapasitas dan Bisnis
ILUSTRASI. Pembiayaan untuk UMKM (Dok/FundEx)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing.

Di tengah kebutuhan tersebut, kolaborasi antara koperasi, platform pendanaan, dan komunitas bisnis dapat membuka alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha.

Baca Juga: Menko Airlangga: Serapan Kredit UMKM Capai Rp 1.539,2 Triliun Hingga September 2026

Upaya memperluas akses tersebut dilakukan Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TCI) melalui partisipasinya dalam JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026 di Jakarta.

Bersama FundEx sebagai mitra pendanaan UMKM dan Aminin Travel Haji dan Umrah, TCI menggelar kegiatan business matching untuk menjajaki peluang kerja sama serta mempertemukan pelaku usaha dengan alternatif sumber pembiayaan.

Kegiatan hasil kolaborasi Junior Chamber International (JCI) Batavia dan SMESCO Indonesia tersebut dihadiri sekitar 170 pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Pembukaan acara turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Matondang, serta sejumlah tokoh lainnya.

Direktur Operasional TCI M Dedi Gunawan mengatakan keikutsertaan TCI merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) kemitraan strategis antara JCI Batavia dan FundEx yang ditandatangani pada awal 2026.

Kemitraan tersebut bertujuan menjembatani pelaku UMKM dan industri ekonomi kreatif potensial dengan berbagai sumber pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha.

Menurut Dedi, selama sesi business matching, puluhan pelaku UMKM berdiskusi mengenai kebutuhan usaha, mulai dari tambahan modal kerja, peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar hingga penguatan manajemen bisnis.

"Kami membuka dua alternatif akses pendanaan, yaitu melalui Koperasi TCI maupun FundEx. Keduanya dapat menjadi pilihan bagi pelaku UMKM sesuai dengan karakteristik usaha, kebutuhan permodalan, dan tingkat kesiapan masing-masing. Harapannya, semakin banyak UMKM yang memiliki kesempatan berkembang dan naik kelas," ujar Dedi, Selasa (3/11/2026).

Dia menilai tantangan pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan, menyusun perencanaan bisnis, serta membangun tata kelola usaha yang baik.

Karena itu, pembiayaan perlu diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, bukan justru menambah beban pelaku usaha.

"Pembiayaan harus menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan usaha, bukan justru menjadi beban baru bagi pelaku UMKM. Karena itu, kami ingin membangun ekosistem pendanaan yang tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, pendampingan, dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan," tambahnya.

Dalam kolaborasi tersebut, FundEx berperan sebagai platform Securities Crowdfunding (SCF) yang telah memperoleh izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Platform ini menghubungkan pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan dengan pemodal melalui penawaran efek berupa saham atau sukuk sesuai ketentuan yang berlaku.

FundEx juga menyediakan alternatif skema pendanaan, pendampingan, dan edukasi bisnis, termasuk membantu calon penerbit mempersiapkan dokumen serta menyusun prospektus untuk menarik minat investor.

Melalui sinergi koperasi dan platform pendanaan tersebut, pelaku UMKM diharapkan memiliki lebih banyak alternatif pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan bisnis. Kolaborasi ini sekaligus membuka peluang penguatan jaringan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Gala Dinner & Awarding Night JCI 2026 Ten Outstanding Young Persons (TOYP), yakni pemberian penghargaan kepada sepuluh tokoh muda atas pencapaian dan kontribusi mereka di berbagai bidang.

Acara itu turut dihadiri Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting serta sejumlah pejabat pemerintah, anggota DPR RI dan DPD RI, dan duta besar negara sahabat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×