kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.793   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.978   26,84   0,30%
  • KOMPAS100 1.243   8,31   0,67%
  • LQ45 880   6,05   0,69%
  • ISSI 331   1,51   0,46%
  • IDX30 449   -0,25   -0,06%
  • IDXHIDIV20 531   -0,42   -0,08%
  • IDX80 138   0,97   0,71%
  • IDXV30 148   0,08   0,05%
  • IDXQ30 145   0,15   0,11%

Pertumbuhan Kredit Investasi Moncer, Jadi Penopang Industri Perbankan 2025


Senin, 26 Januari 2026 / 07:35 WIB
Pertumbuhan Kredit Investasi Moncer, Jadi Penopang Industri Perbankan 2025
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit investasi perbankan menunjukkan performa luar biasa pada akhir 2025, menjadi penopang utama perbaikan laju pertumbuhan kredit industri. 

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, kredit investasi per Desember 2025 tumbuh 21,06% secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang 17,98% dan jauh lebih tinggi dari akhir 2024 yang hanya 13,86%.

Sementara itu, total kredit perbankan tumbuh 9,69% secara tahunan pada akhir 2025, membaik dari November yang naik 7,74%. 

Baca Juga: Kredit Investasi Masih Jadi Penopang di Tengah Melambatnya Pertumbuhan Kredit

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit investasi menjadi motor utama, sementara kredit modal kerja dan kredit konsumer masih relatif lesu.

Ekonom CELIOS Nailul Huda menilai pemulihan kredit investasi didorong oleh kebijakan pemerintah serta meningkatnya optimisme dunia usaha. 

Lonjakan ini, kata Huda, terkait dengan perluasan program makan bergizi gratis, yang meningkatkan kebutuhan pembiayaan jangka panjang untuk dapur produksi, logistik, dan infrastruktur pendukung. 

Optimisme pelaku usaha juga tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali menunjukkan ekspansi pada akhir 2025.

Huda menekankan bahwa sektor penyediaan makanan dan minuman, logistik, serta industri terkait program makan bergizi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit investasi. 

Baca Juga: Kredit Investasi Perbankan Tetap Melaju Kencang

Namun, ia mengingatkan pemulihan ini belum sepenuhnya berkelanjutan karena masih bergantung pada belanja pemerintah. Ke depan, perbankan disarankan untuk mendiversifikasi kredit investasi ke sektor produktif lain yang lebih berdaya saing.

Pertumbuhan kredit investasi juga tercermin pada kinerja bank-bank besar. Bank Mandiri mencatat realisasi kredit investasi per November 2025 mencapai 26,3% secara tahunan. 

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh kredit yang sesuai kebutuhan nasabah dan sektor dengan efek berganda tinggi, seperti industri pengolahan, energi, serta pengangkutan dan pergudangan. 

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang solid, sambil mendorong pertumbuhan di segmen wholesale dan ritel melalui digitalisasi.

Baca Juga: Pelaku Usaha Mulai Ekspansi, Bikin Melonjak Kredit Investasi

Sementara itu, Direktur Enterprise Banking & Financial Institution Bank Danamon, Thomas Sudarma, menyatakan kredit investasi di banknya ditopang sektor pengolahan, perdagangan, dan real estate, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan jangka panjang untuk ekspansi usaha. 

Thomas menambahkan, optimisme dunia usaha terhadap stabilitas ekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan ini. Per September 2025, kredit investasi Bank Danamon tumbuh 30% menjadi Rp 33,5 triliun, dan pihaknya masih melihat peluang pertumbuhan tahun ini. 

Selanjutnya: Kode Redeem ML Terbaru Edisi M7 (Januari 2026) lengkap dengan Cara Klaimnya

Menarik Dibaca: Diskon 50% Yoshinoya! Promo Paket Gajian Hemat Fantastis Cuma Rp 25 Ribu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×