kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.823   -77,00   -0,46%
  • IDX 7.997   61,42   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   10,69   0,96%
  • LQ45 818   2,81   0,34%
  • ISSI 283   4,91   1,77%
  • IDX30 425   -1,04   -0,24%
  • IDXHIDIV20 511   -3,53   -0,69%
  • IDX80 126   0,93   0,74%
  • IDXV30 139   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

Pertumbuhan kredit tak akan lebih dari 20%


Jumat, 16 Agustus 2013 / 16:31 WIB
Pertumbuhan kredit tak akan lebih dari 20%
ILUSTRASI. Waskita Karya (WSKT) masih terus berupaya menurunkan tingkat utangnya.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini. Oleh sebab itu, Bank Indonesia (BI) menurunkan target pertumbuhan penyaluran kredit tahun ini menjadi 18%-20%.

Sebelumnya, bank sentral mematok target, kredit tahun ini bisa tumbuh antara 22%-24%.

"kami akan memberi waktu bagi perbankan supaya mereka menyesuaikan ini," ucap Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jumat, (16/8).

BI melihat bahwa saat ini pun kredit perbankan sudah mengalami perlambatan. Pada bulan Juni, kredit tumbuh 20%. Ini turun sedikit dari 21% di posisi Mei 2013. Perry menilai, industri perbankan sudah mulai merespons perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perry menyebut, BI akan meminta perbankan agar pertumbuhan kreditnya menyesuaikan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, perlambatan kredit saat perekonomian melambat merupakan hal yang wajar. Tadinya, perekonomian Indonesia diperkirakan dapat tumbuh 6,2%. Namun kini pertumbuhannya diperkirakan hanya 5,8%.

BI pun akan memperkuat pengawasan kepada sejumah bank dan sektor kredit yang melaju terlalu tinggi. Aksi pengawasan ini BI lakukan melalui perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB). "Nanti pengawas akan bicara kepada bank. Kalau kredit masih tinggi, turunkan. Jangan terlalu kencang menyalurkan kredit," sebut Perry.

Ia bilang, ini juga bertujuan untuk mencegah timbulnya risiko. Menurut Perry, pengetatan ini BI lakukan untuk mengarahkan perbankan menjadi lebih optimal dan pruden. Sehingga, nantinya neraca pembayaran dapat lebih stabil dan pengendalian risiko bisa lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×