kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Perubahan Preferensi Nasabah Tekan Bisnis Bancassurance


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:33 WIB
Perubahan Preferensi Nasabah Tekan Bisnis Bancassurance
ILUSTRASI. Kanal Bancassurance Mendominasi Pendapatan Premi Asuransi (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja kanal bancassurance sepanjang 2025 masih tumbuh. Premi yang dikumpulkan di Bank Tabungan Negara (BTN) per November 2025 tumbuh 90% secara tahunan sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) tumbuh sekitar 9,5%.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal bancassurance masih dihadapkan pada tantangan akibat adanya perubahan preferensi nasabah dan masalah industri.

"Ada yang tubuh kuat, namun ada juga yang mengalami penurunan akibat perubahan preferensi nasabah dan masalah industri," ujar dia pada Kontan, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Ini 10 Unitlink Pasar Uang yang Mencetak Return Tertinggi Sepanjang 2025

Memasuki 2026, Irvan menilai prospek bancassurance akan bersifat campur aduk. Perusahaan yang berfokus pada edukasi nasabah, penyediaan produk yang relevan, melakukan efisiensi proses, dan penguatan sumber daya manusia terutama financial advisor diprediksi akan tetap tumbuh kuat dan bisa mendulang keuntungan dari fee-based income.

Di sisi lain, secara keseluruhan industri akan tetap dihadapkan pada tantangan penurunan minat seiring pergeseran nasabah ke kanal digital langsung yang membuat pendapatan premi sempat tertekan pada 2025.

"Industri secara keseluruhan menghadapi tantangan penurunan minat akibat pergeseran ke kanal digital," katanya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, ia menyebut bahwa perusahaan perlu memperkuat kemitraan dengan bank, menghadirkan produk yang terintegrasi dengan layanan perbankan, dan edukasi kepada nasabah.

Di samping itu, perusahaan asuransi jiwa juga diimbau untuk memanfaatkan teknologi digital guna efisiensi layanan dan menguatkan branding agar bisa bersaing di tengah kondisi pasar yang makin kompetitif.

Selanjutnya: 12 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi Diam-Diam

Menarik Dibaca: 12 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi Diam-Diam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×