Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis dompet digital kian moncer di era kenormalan. Di sisi lain, peta persaingan dompet digital Indonesia pun kian ketat di saat transaksi digital menjadi pilihan utama di masa pandemi Covid-19.
Beberapa strategi pun dilakukan pemain dompet digital untuk mendongkrak transaksi di sisa tahun ini. Misalnya, dompet digital DANA yang terus meningkatkan kapabilitasnya untuk menumbuhkan kepercayaan pengguna terhadap dompet digital DANA.
Cara tersebut DANA tempuh dengan melakukan inovasi berkala terhadap fitur yang sudah ada dan yang akan datang, memperluas kerja sama dengan berbagai mitra di berbagai skala, hingga memperkuat teknologi yang dimiliki.
Putri Dianita, VP of Corporate Communications DANA mengatakan, di tahun ini, DANA juga meluncurkan DANA v.2.0, versi terbaru ini menampilkan antarmuka yang semakin memudahkan pengguna. Pembaharuan juga dilakukan pada beberapa fitur.
Baca Juga: Tahun depan, multifinance masih alokasikan belanja modal untuk digitalisasi
Kemudian, DANA juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra baik dari instansi pemerintah maupun mitra global.
"Seluruh upaya ini juga diperkuat dengan memberikan edukasi dan menjaring komunitas di berbagai daerah, sehingga pengaruh dompet digital DANA dalam pemenuhan kebutuhan pengguna dapat dirasakan secara menyeluruh," ujar Putri kepada kontan.co.id, Kamis (11/11).
Putri menjelaskan, sepanjang tahun ini DANA tetap bisa mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan pandemi Covid- 19. Kinerja positif ini ditunjukkan dari pertumbuhan baik dalam hal jumlah pengguna yang kini sudah melampaui lebih dari 90 juta. Begitu pula dari jumlah online merchant yang mencapai 5.000 dan mitra DANA Bisnis yang mencapai 350.000.
Selain itu, DANA juga memantau pertumbuhan pengguna mencapai 85% di Oktober 2021 dibandingkan dengan Oktober tahun lalu. Peningkatan transaksi juga di rasakan pada sejumlah fitur andalan DANA, khususnya jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2021.
Misalnya, pembayaran menggunakan QRIS yang bertumbuh 134% dibandingkan kuartal III/2020 dan fitur Kirim Uang yang juga meningkat 266% dibandingkan kuartal III/2020. Hal serupa juga terjadi pada transaksi pembelian pulsa ponsel yang naik 134% dibandingkan kuartal III/2020.
Sementara itu, catatan menarik terpantau pada transaksi gaming di mana pada kuartal III/2021 meningkat 78% dibandingkan kuartal III/2020.
"Peningkatan transaksi di tahun ini sejalan dengan apa yang kami agendakan di sepanjang tahun. Bagi kami, peningkatan transaksi ini secara tidak langsung merepresentasikan adopsi dompet digital yang makin dipercaya dan diminati oleh masyarakat," ungkap Putri.
Baca Juga: Pencabutan izin OVO Finance Indonesia sempat bikin pengguna OVO panik
Sementara itu, dalam mendongkrak transaksi, dompet digital OVO secara terus menerus meluncurkan program dan produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan terus menerapkan hal tersebut, OVO berharap dapat terus meningkatkan transaksi dan layanannya.
Semua ini disertai komitmen untuk terus meningkatkan sistem dan pelayanan bagi masyarakat. Fokus utama OVO ialah untuk senantiasa mendorong penggunaan digital payment yang telah terbukti memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna maupun merchant," kata Head of Public Relations OVO, Harumi Supit.
Kemudian, untuk terus mengembangkan layanan finansial OVO dan senantiasa berkolaborasi demi menunjang segala kebutuhan para pengguna, mencakup layanan asuransi, investasi dan juga pinjaman.
Harumi menjelaskan, sejalan juga dengan tren pembayaran digital yang kian meningkat semenjak kehadiran pandemi di Indonesia, tentunya tren ini juga berpengaruh pesat pada pertumbuhan transaksi OVO.
Salah satu contoh peningkatan kinerja OVO adalah dari segi jumlah transaksi online merchant, terdapat peningkatan sebesar 76% pada paruh pertama I tahun 2021. Kemudian, selama masa pembatasan sosial yang diberlakukan, pertumbuhan transaksi pengguna untuk membayar kebutuhan logistik menggunakan OVO juga naik hingga hampir 40%.
Baca Juga: OJK cabut izin usaha OVO Finance Indonesia, bukan dompet digital OVO
Selain itu, OVO juga berhasil membangun kepercayaan pengguna, contohnya dapat dilihat dari layanan investasi OVO Invest yang dalam 3 bulan saja mampu menarik lebih dari 450.000 pengguna/investor.
Harumi mengatakan, kinerja tersebut selain didukung oleh meningkatnya transformasi digital dalam masyarakat, juga merupakan sebuah cerminan dari fokus utama OVO untuk mengembangkan layanan finansial OVO sendiri untuk dapat memperluas ekosistem dan use-case.
"Seluruh strategi kami dijalankan berdasarkan atas fokus dan tujuan tersebut, sejalan dengan visi kami untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi digital yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan terus menerapkan hal tersebut, loyalitas pengguna akan tercipta dengan sendirinya, yang tentu berpengaruh pada transaksi OVO," kata Harumi.
Selanjutnya: OVO: OVO Finance Indonesia bukan bagian dari dompet digital OVO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News