kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Platform Jenius menyumbang 5% bagi DPK Bank BTPN


Senin, 26 Agustus 2019 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Layanan Digital Jenius Live dari Bank BTPN


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

“Kami masih piloting untuk Flexi Cash nilai pinjamannya masih kecil sekitar puluhan miliar. Saat ini masih pengguna terpilih yang memanfaatkannya, namun nanti akan kita buka untuk semua user, mungkin tahun ini sudah bisa,” lanjutnya.

Sementara Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana menjelaskan sejatinya pertumbuhan kredit perseroan tak akan dipacu dari Jenius. Jenius lebih diarahkan sebagai platform untuk mengumpulkan DPK perseroan.

Baca Juga: Ini sembilan saham Indonesia yang masuk indeks FTSE Asia Pasifik per September 2019

Maklum, pascamerger dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) awal 2019 lalu loan to deposit ratio (LDR) perseroan meningkat tajam. Hingga Juni 2019 LDR Bank BTPN mencapai 147%.

Ini disebabkan dari penggabungan aset, termasuk kredit SMBC ke Bank BTPN. Hingga Juni 2019, pascamerger perseroan menyalurkan kredit Rp 143,35 triliun, tumbuh 112% (yoy) dibandingkan pramerger pada Juni 2018 senilai Rp 67,76 triliun.

“Tujuan kami pertumbuhan pinjaman bukan dari sana, kami lebih mengarahkan Jenius untuk mengumpulkan DPK yang lebih baik lagi,” kata Ongki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×