kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Porsi Kredit UMKM BRI Kian Kendor, Ada Apa?


Kamis, 31 Juli 2025 / 11:07 WIB
Porsi Kredit UMKM BRI Kian Kendor, Ada Apa?
ILUSTRASI. Porsi kredit UMKM BRI mencapai 80,32% atau senilai Rp 1.137,84 triliun di semester I-2025


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dikenal sebagai banknya wong cilik, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tentu memiliki porsi kredit UMKM yang cukup besar. Namun, itu menjadi pertanyaan ketika BRI terlihat mulai menurunkan porsi kredit UMKM dari total portofolio kreditnya. 

Berdasarkan kinerja terbaru per Juni 2025, porsi kredit UMKM yang dimiliki BRI mencapai 80,32% atau senilai Rp 1.137,84 triliun. Meski sedikit, porsi tersebut turun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 81,69%.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi pun membenarkan bahwa BRI memang memiliki core business yang bergerak di sektor UMKM.

Namun, Hery mengisyaratkan tak begitu memaksakan ekspansi jika memang risiko kredit di sektor ini sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Laba Bersih BRI Group Capai Rp 26,3 Triliun di Semester 1-2025, Turun 11,5%

Dalam hal ini, Hery melihat sektor UMKM ini mengalami dampak yang begitu besar semenjak pandemi Covid-19. Ia pun menilai pemulihan dari sektor ini belum sepenuhnya terjadi.

“Setelah pandemi yang lalu, bisnis mikro agak terdampak ya dan kemudian kami juga melihat recovery ataupun perbaikannya belum terlalu optimal,” ujar Hery, Kamis (31/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini pihaknya sedang meninjau bisnis di kredit UMKM, terutama sektor mikro. Tak sampai disitu, Hery bilang pihaknya juga melakukan penyempurnaan dari proses bisnisnya.

Dalam hal ini, tinjauan tersebut meliputi semua bisnis prosesnya secara end to end. Ini termasuk peningkatan kapabilitas mantri, kemudian juga melihat bahwa cara bank untuk me-manage bisnis ini di lapangan.

“Keterlibatan dari kepala unit, kepala cabang dan seterusnya sampai ke regional terus kita perkuat ya dan proses bisnis ini juga menyangkut penempatan risiko dan juga operasional yang ada di cabang dan wilayah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×