kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Porsi Premi Digital Capai 2,87%, OJK Soroti Potensi Pertumbuhan Lima Tahun ke Depan


Selasa, 02 Desember 2025 / 14:19 WIB
Porsi Premi Digital Capai 2,87%, OJK Soroti Potensi Pertumbuhan Lima Tahun ke Depan
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanal digital dinilai bakal menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri asuransi dalam beberapa tahun mendatang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi yang dihimpun melalui kanal digital terus menunjukkan tren peningkatan.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa berdasarkan roadmap OJK 2023-2028, survei industri menunjukkan potensi pertumbuhan lebih tinggi untuk distribusi asuransi melalui kanal digital (e-commerce) dalam lima tahun ke depan.

“Per September 2025, premi melalui kanal digital tercatat sekitar 2,87% dari total premi, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Hal ini menandakan kanal digital memiliki potensi pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis OJK, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Perluas Layanan Digital, BTN Resmikan Gedung Baru Kanwil Jateng DIY

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa penetrasi digital bukan berarti menggantikan kanal konvensional sepenuhnya. Kanal digital dipandang sebagai bagian dari evolusi distribusi yang harus dikelola selaras dengan strategi perusahaan.

Menurut Ogi, perusahaan asuransi perlu mampu memaksimalkan sinergi antarkanal pemasaran, menyesuaikan strategi dengan karakteristik pasar, serta memastikan standar pelayanan bagi nasabah tetap optimal di seluruh jalur distribusi.

Sebagai informasi, OJK mencatat pendapatan premi asuransi jiwa mencapai sebesar Rp 132,85 triliun per September 2025. Nilai tersebut masih terkontraksi 2,06% secara tahunan (YoY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×