Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berhasil membukukan premi Rp 1,4 triliun hingga akhir Juli 2026. Dari total tersebut, kanal bancassurance menyumbang sekitar 4% dari total portofolio premi.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan bahwa kontribusi kanal bancassurance pada industri umum memang masih relatif kecil karena karakteristik produknya membutuhkan proses underwriting yang lebih teknis.
"Produk asuransi umum umumnya memberikan perlindungan atas objek dan risiko yang lebih spesifik sehingga membutuhkan proses underwriting yang lebih teknis," ujarnya kepada Kontan, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Laba Bank KBMI 3 Tumbuh di Semester I-2026, Siapa Paling Moncer?
Selain itu, portofolio industri asuransi umum masih didominasi oleh segmen korporasi yang dipasarkan melalui broker maupun direct business.
Di sisi lain, penguatan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tata kelola lini bisnis asuransi kredit dan suretyship juga membentuk pola kemitraan baru antara perusahaan asuransi umum dan perbankan.
Menurutnya, industri asuransi saat ini, termasuk Asuransi Jasindo tengah menyesuaikan model kerja agar lebih sehat dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, perusahaan telah menjalin kerja sama maupun penjajakan kerja sama dengan hampir 20 institusi perbankan yang terdiri dari bank Himbara, bank umum swasta nasional, hingga berbagai Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Sebagian kerja sama telah berjalan aktif, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap finalisasi maupun perpanjangan," lanjutnya.
Namun, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kanal ini. Mulai dari proses administrasi dan pembaruan kerja sama dengan mitra perbankan, keterbatasan jumlah panel asuransi di sejumlah bank, kebutuhan integrasi sistem, hingga penyesuaian ketentuan komersial agar kerja sama tetap sehat dan berkelanjutan.
Walau begitu, ia menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses penguatan kemitraan dan bukan hambatan permanen. Perusahaan pun melihat peluang peningkatan kontribusi bancassurance masih terbuka lebar, didukung oleh pertumbuhan kredit perbankan, meningkatnya kebutuhan perlindungan atas aset pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi layanan keuangan.
Baca Juga: Tak Hanya KPR, BTN (BBTN) Perkuat Bisnis di Sektor Fesyen dan Kuliner
Untuk mendorong pertumbuhan kanal bancassurance, Jasindo akan mengoptimalkan kerja sama dengan mitra perbankan melalui reaktivasi dan perluasan cakupan produk, pengembangan segmen ritel, UMKM, dan korporasi, percepatan digitalisasi serta integrasi sistem, penguatan peran Representative Office di daerah, serta sinergi dengan ekosistem IFG dan Danantara.
Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadikan bancassurance sebagai salah satu sumber pertumbuhan premi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
