kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.197   -9,00   -0,05%
  • IDX 7.618   -16,37   -0,21%
  • KOMPAS100 1.055   0,20   0,02%
  • LQ45 759   -0,14   -0,02%
  • ISSI 276   -0,88   -0,32%
  • IDX30 403   -0,44   -0,11%
  • IDXHIDIV20 491   0,58   0,12%
  • IDX80 118   -0,05   -0,04%
  • IDXV30 139   -0,94   -0,67%
  • IDXQ30 129   0,10   0,08%

Premi Maipark Tumbuh pada Awal 2026, Ditopang Asuransi Risiko Bencana


Senin, 20 April 2026 / 12:12 WIB
Premi Maipark Tumbuh pada Awal 2026, Ditopang Asuransi Risiko Bencana
ILUSTRASI. Reasuransi MAIPARK Indonesia (Dok/Maipark)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark) mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi pada awal 2026, sejalan dengan tren positif industri reasuransi.

Direktur Utama Maipark, Kocu Andre Hutagalung mengatakan, pendapatan premi perusahaan pada awal tahun ini menunjukkan peningkatan yang solid. Hal ini ditopang oleh portofolio risiko bencana yang relatif stabil.

“Sejalan dengan tren positif industri yang tumbuh, pendapatan premi Maipark juga mencatatkan pertumbuhan yang solid. Ini menunjukkan portofolio asuransi risiko bencana kami di awal tahun berjalan sangat stabil,” ujar Kocu kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Sejalan dengan itu, melansir laporan keuangan bulanan perusahaan, jumlah premi bruto Maipark tercatat sebesar Rp 26,78 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 20,32 miliar.

Baca Juga: Risiko Bencana Meningkat, Maipark Soroti Dampak El Nino Ekstrem

Ia menjelaskan, pertumbuhan premi tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk melindungi aset dari risiko bencana alam. Selain itu, aktivitas pembangunan dan pertumbuhan sektor properti turut menjadi katalis positif bagi premi asuransi, khususnya untuk risiko gempa bumi.

“Geliat pembangunan dan sektor properti nasional secara otomatis turut mendongkrak premi asuransi gempa bumi yang masuk ke Maipark,” tambahnya.

Di sisi klaim, Maipark mengklaim adanya penurunan pada awal tahun ini. Namun, Kocu menekankan bahwa karakteristik bisnis reasuransi bencana sangat bergantung pada kondisi alam, sehingga fluktuasi klaim bersifat dinamis.

Baca Juga: Maipark Ingatkan Potensi Penurunan Premi Asuransi Bencana Imbas Ketidakpastian Global

“Klaim kami juga mencatatkan tren penurunan. Penurunan ini lebih disebabkan oleh minimnya kejadian gempa bumi berskala besar yang merusak pada awal tahun,” jelasnya.

Untuk tahun ini, Maipark menargetkan penguatan layanan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pemodelan risiko bencana yang lebih akurat serta produk asuransi parametrik.

Menurut Kocu, langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pembayaran klaim saat bencana terjadi, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi masyarakat secara lebih efektif.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi industri reasuransi sebesar Rp 5,84 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 6,90% secara tahunan (year on year/yoy).

Baca Juga: MAIPARK Nilai Industri Perasuransian Sudah Masuk Dalam Kondisi Softening Market

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×