kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Premi tradisional kalahkan premi unitlink


Jumat, 09 Maret 2012 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. Wijaya Karya (WIKA) masih mengkaji aset yang akan ditawarkan ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI).


Reporter: Feri Kristianto

JAKARTA. Sepanjang 2011 lalu, ternyata produk asuransi tradisional lebih diminati dibandingkan asuransi berbasis investasi alias unitlink . Terbukti, premi tradisional baru tumbuh 71,2% sebesar Rp 33,9 triliun dari tahun sebelumnya Rp 19,8 triliun.

Angka tersebut menyaingi premi baru unitlink yang hanya tumbuh 2,68% menjadi Rp 33,73 triliun dari tahun sebelumnya Rp 32,85 triliun. Total premi baru asuransi jiwa tahun lalu Rp 67,65 triliun atau meningkat 28,45%.

Namun dari total pendapatan premi lanjutan sebesar Rp 26,78 triliun, unitlink masih mendominasi dengan kontribusi Rp 15,24 triliun alias 51,88%. Sedangkan premi lanjutan tradisional hanya Rp 11,53 triliun atau 48,12%.

Hendrisman Rahim Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI), menduga peningkatan premi baru tradisional karena pengaruh meningkatnya jumlah tertanggung kumpulan.

Asal tahu saja, tahun lalu tertanggung kumpulan tumbuh 71,01% menjadi 40,83 juta orang dari tahun sebelumnya 23,87 juta orang. Bandingkan dengan tertanggung perorangan tahun lalu turun 3,65% menjadi 8,9 juta orang dari sebelumnya 9,3 juta orang.

"Karena perorangan lebih ke unitlink kalau kumpulan membeli tradisional," ujarnya, Jumat (9/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×