kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Prudential Indonesia Ungkap Sejumlah Tantangan Penjualan Produk Unitlink


Jumat, 23 Februari 2024 / 13:57 WIB
Prudential Indonesia Ungkap Sejumlah Tantangan Penjualan Produk Unitlink
Peluncuran produk asuransi tradisional PRUFuture oleh Prudential Indonesia.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melihat adanya tantangan dalam memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unitlink (Paydi). Ini melihat adanya peluang premi unitlink bakal rebound di tahun 2024.

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan pihaknya memasarkan produk unitlink melalui tenaga pemasar untuk memberikan informasi kepada calon nasabah.

“Kalau calon nasabah belum siap memiliki produk seperti ini, tahunya dari mana? Salah satunya karena mengisi risk profile. Jadi tenaga pemasar kami berikan pelatihan agar bisa mengetahui produk yang tepat untuk nasabah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/2).

Baca Juga: Prudential Indonesia Raih ISO 37001:2016, Tegaskan Tata Kelola Perusahaan & Anti Suap

Karin tak menampik, tidak semua nasabah cocok dengan semua produk asuransi, bagi nasabah yang memiliki profil konservatif tak disarankan untuk memiliki produk berisiko tinggi.

Karin menjelaskan, Prudential Life Indonesia baru meluncurkan produk unitlink pada Maret 2023, namun pihaknya melihat dalam penjualannya terdapat beberapa tantangan.

“Kami melihat memang ada pasang surut, karena pertama, harus mengadaptasi dengan cara penjualan yang baru (sesuai SEOJK Paydi). Jadi seluruh agen harus dilatih ulang,” jelasnya.

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Asuransi Jiwa Bakal Fokus Pasarkan Produk Tradisional

Kedua, lanjut Karin, perusahaan perlu mempelajari proses penjualan unitlink sesuai dengan SEOJK Paydi yang baru dari regulator.

Ketiga, Prudential Indonesia menerapkan market conduct yang lebih baik dengan cara penjualan harus sesuai dengan nasabah.

“Sekarang sudah mulai kelihatan pergeseran, seperti ada diversifikasi produk. Kalau dulu, mungkin beberapa tahun yang lalu, rata-rata produk unitlink mendominasi, kalau sekarang dengan dibuat banyak pilihan produk, nasabah bisa memilih produk yang lebih cocok yang mana,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan kinerja produk unitlink bakal berangsur baik di tahun ini, pasalnya produk ini telah menyentuh batas (bottom) dan telah menunjukkan performa positif.

Baca Juga: Total Aset Investasi Prudential Indonesia Rp 55,8 Triliun Hingga Kuartal III-2023

Menurutnya, ini didorong oleh keluarnya Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Paydi yang berjalan baik.

“Jadi ngak mungkin kembali ke titik awal. Saya menyebutnya new equiliubrium, tapi kira-kira (pendapatan premi unitlink) Rp 4,6 triliun – Rp 4,7 triliun per bulan, itu berarti sudah bagus. Kalau sudah naik itu artinya kita sudah selamat (industri asuransi jiwa membaik),” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×