kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.027   27,00   0,16%
  • IDX 7.096   -88,65   -1,23%
  • KOMPAS100 980   -12,49   -1,26%
  • LQ45 719   -7,72   -1,06%
  • ISSI 254   -3,41   -1,33%
  • IDX30 390   -3,12   -0,79%
  • IDXHIDIV20 485   -2,61   -0,53%
  • IDX80 110   -1,23   -1,10%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,89   -0,70%

Prudential luncurkan riders penyakit kritis


Rabu, 02 November 2016 / 16:28 WIB
Prudential luncurkan riders penyakit kritis


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Prudential Life Assurance meluncurkan produk asuransi tambahan (rider) yang memproteksi nasabah dari risiko asuransi kritis. Hal ini dilakukan karena tren penyakit kritis terus meningkat.

Produk rider berlabel PRUcrisis Cover Benefit Plus 61 ini menawarkan perlindungan dari risiko 61 jenis penyakit kritis. Termasuk di dalamnya penyakit stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, ketulian, kebutaan, serta prosedur angioplasty.

Selain memberikan manfaat perlindungan penyakit kritis, produk baru ini juga menawarkan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia berupa 100% uang pertanggungan dan manfaat tindakan angioplastu sebesar 10% dari total nilai pertanggungan.

Presiden Direktur Prudential Jens Reisch mengatakan, meningkatnya risiko penyakit kritis mendorong perusahaan terus memenuhi kebutuhan perlindungan keuangan nasabah di Indonesia. "Dengan hadirnya produk baru ini kami berharap kondisi keuangan masyarakat bisa terlindungi dengan lebih baik," katanya, Rabu (2/11).

Menurut dia, hingga pertengahan tahun ini jumlah kasus klaim untuk penyakit kritis meningkat 18% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Di mana penyakit stroke, kanker, dan penyakit jantung menjadi penyumbang terbesar.

Untuk memperkenalkan produk ini, Prudential memberikan penawaran khusus kepada nasabah hingga akhir tahun ini. Nasabah bisa membeli produk PRUcrisis Cover Benefit Plus 61 ini melalaui persyaratan underwriting yang sederhana dengan hanya perlu menjawab lima pertanyaan kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×