kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ramai Bank Ubah Nama dan Logo Demi Citra Baru, Para Bankir Beberkan Urgensinya


Senin, 04 Maret 2024 / 21:44 WIB
Ramai Bank Ubah Nama dan Logo Demi Citra Baru, Para Bankir Beberkan Urgensinya


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sejak tahun lalu sejumlah perbankan tanah air ramai lakukan perubahan merek dan logo. Para bankir menilai urgensi perubahan tersebut sebagai bagian dari transformasi bank dalam membangun citra baru yang lebih baik di masyarakat.

Sejumlah bank yang sudah melakukan rebranding tahun 2023 lalu adalah PT Bank Raya PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Yang terbaru ada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) yang merubah merek dan logo pada awal Maret tahun ini.

Baca Juga: Kinerja Instrumen Investasi di Bulan Februari 2024, Aset Kripto Naik Paling Tinggi

Presiden Direktur KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee mengatakan, perubahan merek dan logo ini melengkapi perjalanan transformasi perseroan sejak tahun 2021 dan terus berkembang memperkuat posisinya di Indonesia. 

Di sisi lain sebelum melakukan pergantian merek dan logo bank, perseroan telah melakukan survei dengan hasil 80% partisipan lebih memilih nama KB Bank dibanding Bukopin. Akronim KB Bank sendiri yang berarti Korea Best Bank, dimana KB Bank merupakan bank dan finansial grup terbaik di Korea Selatan.

Baca Juga: OJK Pastikan Semua BPD Bakal Memenuhi Ketentuan Modal di Akhir Tahun Ini

Melalui identitas baru ini, KB Bank ingin mencerminkan nilai-nilai, visi, dan komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Maklum saja sejak diambil alih  KB Financial Group (KBFG) melalui KB Kookmin Bank yang menjadi pemegang saham, KB Bank sibuk memperbaiki dan menata internal perseroan, mulai dari menyelesaikan kredit bermasalah hingga mengembangkan layanan digital banking dengan mengadopsi teknologi Next Generation Banking System (NGBS) dari KBFG.

"Setelah semuanya sudah mulai membaik, kami berharap seiring berjalannya waktu kepercayan nasabah terus akan meningkat sehingga dampaknya akan terlihat di segi keuangan nantinya. Tahun ini kami berusaha keras untuk bisa mencetak keuntungan dari operating income, sehingga bisa membersihan kredit-kredit bermasalah yang berujung pada net profit," kata Tom.

Lain halnya dengan perubahan Logo baru BTN yang disebut merupakan simbol keberhasilan dan komitmen perseroan dalam melanjutkan transformasi menjadi Bank yang lebih modern, dan adaptif dalam menghadapi digitalisasi. Langkah rebranding ini juga sejalan dengan transformasi perusahaan untuk menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada 2025.

Baca Juga: Ini Emiten dengan Pendapatan di Atas Rp 100 Triliun, Intip Rekomendasi Sahamnya

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, dengan brand image yang lebih modern dan kekinian, BTN siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi dan menjadi bank pilihan utama bagi nasabah

"Wajah baru ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan core business Bank BTN sebagai bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan secara berkelanjutan," kata dia.

Selanjutnya ada Bank Raya, entitas anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini melakukan perubahan logo dengan tujuan untuk memperkuat komitmen Bank Raya dalam menghadirkan produk dan layanan bank digital bagi masyarakat Indonesia.

Perubahan logo baru Bank Raya ini dilakukan dengan penambahan kata “bank”,  serta penambahan logogram BRI Group sebagai bentuk penguatan sinergi di dalam ekosistem BRI Group dengan dukungan akses dan jaringan terluas di Indonesia.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, perubahan logo Bank Raya ini diharapkan dapat semakin memperkokoh positioning Bank Raya sebagai bank digital yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui penguatan sinergi di dalam ekosistem BRI Group dengan produk perbankan digital yang komprehensif (cross segment digital product).

Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BTN) Masih Menghindari Kredit Konstruksi Proyek Apartemen

Selanjutnya ada bank asal singapura, OCBC yang telah mengubah merek dan logo dari yang awalnya OCBC NISP menjadi OCBC. Group CEO of OCBC Helen Wong mengatakan perubahan ini disebut akan lebih meningkatkan akses untuk memanfaatkan berbagai kekuatan dan sumber daya dari OCBC Group, sebagai salah satu grup perbankan di Asia Tenggara.

Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja juga bilang perubahan nama dan logo ini menjadi salah satu bagian dari proses transformasi yang dilakukan bank tersebut.

“Ini mendorong kami untuk terus naik level dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×