kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ramai tren akuisisi bank, pemegang saham cuan besar?


Jumat, 13 Desember 2019 / 19:23 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Astra International Tbk ASII di puncak gedung Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bangkok Bank secara cukup mengejutkan berhasil meminang PT Bank Permata setelah melangkahi sejumlah pesaingnya.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Meski demikian, ia bilang tren dengan nilai transaksi tinggi bakal berkurang. Sebab menurutnya bank yang menarik bagi investor adalah bank yang sudah melantai di bursa dengan nilai valuasi yang kecil.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan bakal bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang ditambah masih besarnya marjin bunga bersih perbankan nasional juga jadi magnet untuk menarik investor global mencaplok bank nasional.

Baca Juga: Siapkan transformasi, Bank Royal minta nasabah tutup rekening

Sebagai perbandingan, Bangkok Bank yang diklaim sebagai bank terbesar di Thailand per September 2019 memiliki rasio nett interest margin (NIM) sebesar 2,35%. Sedangkan Bank Permata yang masih bercokol di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 3 punya NIM hampir dua lipat sebesar 4,23%.

“Terkait harga yang disepakati, kami cukup puas. Karena kami juga sudah melakukan uji tuntas (due diligence) saat peluang akuisisi muncul. Sudah kami analisis, dan evaluasi. Harga ini cukup bagus,” kata Presiden Direktur Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich menjawab pertanyaan terkait harga Bank Permata di Hotel Indonesia, Kamis (12/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×