kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rasio kecukupan modal Bank Muamalat 10%, ini komentar OJK


Senin, 21 Mei 2018 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Customer Service Bank Muamalat


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Muamalat Indonesia telah merilis laporan keuangan kuartal pertama 2018. Dalam laporan keuangan ini, tercatat rasio kecukupan modal (CAR) bank syariah pertama di Indonesia ini 10,16%. Angka rasio CAR Bank Muamalat ini mendekati batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu 8%.

Heru Kristiyana, Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan akan melakukan evaluasi terkait dengan rasio permodalan Bank Muamalat. "Laporan setiap saat masuk, nanti akan kami evaluasi," kata Heru kepada kontan.co.id, Kamis (17/5).

Terkait dengan rencana masuknya BRI dan keluarga Tohir sebagai pemegang saham baru Bank Muamalat, Heru bilang hal ini bisa ditanyakan ke bank dan investor.

Dalam siaran pers kinerja kuartal pertama 2018, Achmad K. Permana Direktur Utama Bank Muamalat bilang kinerja Bank Muamalat secara umum tetap positif. Fokus utama manajemen tahun ini adalah memperkuat struktur permodalan melalui penjajakan dengan beberapa investor strategis.

Menurut Permana, saat ini keuangan Bank Muamalat Indonesia masih dalam kondisi baik, hanya dibutuhkan penguatan modal untuk ekspansi lebih jauh dalam bisnis dan alokasi untuk pencadangan pembiayaan.

Dalam strategi bisnis 2018 ke depan, Bank Muamalat Indonesia akan me-leverage kekuatan dengan berfokus kepada islamic segment.

Manajamen Bank Muamalat optimistis jika permodalan semakin stabil, maka upaya untuk melakukan ekspansi pembiayaan dapat lebih leluasa. Dengan demikian, kualitas pembiayaan akan ikut membaik seiring peningkatan pembiayaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×