kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.122   90,39   1,13%
  • KOMPAS100 1.147   14,66   1,29%
  • LQ45 829   7,64   0,93%
  • ISSI 288   4,68   1,65%
  • IDX30 431   4,08   0,96%
  • IDXHIDIV20 517   4,09   0,80%
  • IDX80 128   1,43   1,13%
  • IDXV30 140   1,24   0,89%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

RBC Asuransi Umum Turun Tipis ke 312,3%, Begini Komentar Pengamat


Kamis, 14 Agustus 2025 / 19:31 WIB
RBC Asuransi Umum Turun Tipis ke 312,3%, Begini Komentar Pengamat
ILUSTRASI. ilustrasi asuransi. KONTAN/Muradi/2016/10/11


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio modal atau risk based capital (RBC) industri asuransi umum dan reasuransi secara agregat turun menjadi 312,3% per Juni 2025.

Pengamat asuransi sekaligus anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahju Rohmanti menilai, penurunan RBC tersebut relatif kecil sehingga kondisi industri masih tergolong sehat.

Baca Juga: Aswata Catat RBC 405% per Juni 2025

“RBC yang terlalu tinggi tanpa diikuti pertumbuhan bisnis justru bisa menandakan kurangnya perputaran modal menjadi bisnis, atau diartikan modalnya idle, lebih banyak diinvestasikan atau menjadi aset saja,” ujar Wahju kepada Kontan.co.id, Kamis (14/8/2025).

Ia menjelaskan, pergerakan RBC dipengaruhi oleh fluktuasi nilai aset dan liabilitas. Faktor risiko pada aset cenderung lebih dominan, mengingat sebagian besar portofolio asuransi berbentuk investasi, termasuk di pasar modal yang memiliki risiko tinggi.

Terkait dampak perlambatan ekonomi, Wahju menegaskan bahwa penambahan modal perusahaan asuransi tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi, tetapi lebih pada keputusan pemegang saham berdasarkan perhitungan imbal hasil yang diharapkan.

“RBC itu bukan sekadar modal fresh fund, tetapi rasio antara aset dan liabilitas,” tegasnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Premi Asuransi Umum Melambat Paruh Pertama 2025, Begini Kata Pengamat

Untuk menjaga RBC di sisa tahun ini, Wahju menyarankan pelaku industri fokus pada pengelolaan risiko aset dan mempertahankan produksi yang sehat.

Kunci utamanya adalah kemampuan menyeimbangkan pengelolaan aset dan liabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×